"USAHA YANG SAYA MULAKAN INI TIADA DIBERIKAN SEBARANG NAMA, SEKIRANYA SAYA NAK LETAK NAMA BAGI USAHA INI, SAYA TAK NAMAKAN 'TABLIGH', TETAPI SAYA NAMAKAN IA 'TAHRIKUL IMAN' IAITU USAHA ATAU GERAKAN ATAS IMAN" ( MAULANA ILYAS RAH.)
Wednesday, June 24, 2009
SAHABAT MELINTAS SUNGAI DAJLAH ( sumber :azharjaafar.blogspot.com )
Abu Nu'aim mentakhrij dari Ibnu Rufayl, dia berkata, "Ketika Sa'ad ra. datang ke Bahurasyair, yaitu suatu daerah lembah paling bawah sebelah barat sungai Dijlah (sungai Tigris, sungai yang melalui Baghdad) atau dekat dengan daerah Syair. Sa'ad ra. kemudian meminta dicarikan perahu-perahu untuk memindahkan orang-orang dari daerah di lembah itu ke daerah di seberang yang lebih tinggi. Akan tetapi mereka ditakdirkan tidak mendapatkan perahu atau yang sejenisnya dan mereka mengetahui bahwa perahu-perahu itu telah diambil oleh orang-orang Parsi.Mereka kemudian tinggal di daerah itu untuk beberapa hari. Pasukan Muslimin telah meminta Sa'ad untuk melanjutkan perjalanan. Sebagaimana mereka ingin meninggalkan daerah itu Sa'ad ra. pun menginginkannya tapi ia melarang untuk kebaikan pasukan Muslimin sehinggalah datang seorang Ajlaj (orang kafir ajam) kepad Sa'ad ra.
Orang Ajlaj itu menunjukkan Sa'ad ra. tempat yang airnya sedikit yang mana orang-orang dapat melaluinya dengan berjalan atau berkuda ke seberang. Tapi Sa'ad ra. menolaknya dan sedikit ragu-ragu untuk pergi ke sana. Air yang sedikit itu pun pasang naik menyebabkan orang-orang Muslim terkejut.Malam hari, Sa'ad ra. bermimpi dalam tidurnya bahwa orang-orang Muslimin melewati sungai itu. Dengan takwil mimpinya Sa'ad ra. ber'azam bahwa orang-orang Muslim akan menyeberangi sungai itu. Sa'ad ra. lalu mengumpulkan orang-orang dan kemudian dia memuji Allah SWT dan meninggikan sifat-sifat kemuliaan Allah SWT, kemudian ia berkata, "Sesungguhnya musuhmu (pasukan Parsi) telah menjadikan sungai ini sebagai tameng pelindung sehingga kamu tidak dapat sampai ke sana. Akan tetapi mereka dapat ke sini jika mereka mau dan dapat melawan kalian dengan menggunakan perahu-perahu yang mereka miliki sementara sebagian kamu takut karena tidak mempunyai apa-apa. Saya berkeinginan untuk menyeberangi sungai ini".
Semua mereka kemudian berkata, "Allah SWT beri ke'azaman kepada kita dan engkau (Sa'ad ra.) adalah pemimpin di antara kami dan memberikan keputusan yang baik bagi kami (yaitu sifat tha'at mereka kepada pimpinan)".Kemudian Sa'ad ra. menyiapkan pasukan Muslimin untuk menyeberang. Sa'ad ra. berkata, "Siapa yang siap menjaga kita di barisan belakang dari pasukan Parsi? Maka dipilihlah 'Asham bin 'Amrin sebagai ketua pasukan yang berjaga di belakang. Bersama 'Asham ada 600 orang pasukan Muslimin yang dipilih dari orang-orang yang pemberani.Setelah itu mereka bergerak ke tepi Dijlah, Sa'ad ra. berkata, "Siapa yang siap melindungi kita dari musuh di bagian depan?.
Maka kemudian 60 orang dari mereka dipilih untuk berada di barisan terdepan. Kemudian pasukan Muslim yang lainnya dibagi menjadi dua kelompok antara yang mengendarai kuda dan yang tidak serta yang lelaki dan perempuan untuk mempermudah pergerakan pasukan tersebut menyeberangi Dijlah.Bila Sa'ad ra. melihat ke bagian belakang dan sudah dalam keadaan terjaga maka ia memerintahkan orang-orang untuk menyeberang dan Sa'ad ra. berkata, "Katakanlah Tasta'inubillaah... Dan mereka semua menyeberangi Dijlah tanpa sedikitpun telapak kaki mereka menyentuh permukaan air sambil saling bercakap-cakap di antara mereka (yaitu tanpa rasa takut sedikitpun).
Orang-orang Parsi terkejut dan tidak mengira pasukan Muslim dapat berjalan di atas air sehingga mereka ketakutan lalu melarikan diri serta mengambil semua perbekalan mereka. Pasukan Muslim masuk ke daerah itu pada bulan Safar tahun 16 H.(Ad-Dalail, 208)
Terbelahnya Dijlah
Ditakhrijkan oleh Abu Nu'aim dari Abubakar bin Hafs bin 'Umar, dia berkata, "Salman Al-Farisi dan Sa'ad ra berjalan berpasang-pasangan dan Sa'ad berkata, 'Hasbunallah Sungguh Allah akan menolong wali-wali Nya dan Allah mengembangkan Agama ini dan Allah akan mengalahkan musuh-Nya, jika di dalam pasukan ini tidak ada kefasadan kedzulumatan) atau dosa maka akan mendapatkan hasanah (pertolongan). Dan kemudian Salman ra. berkata, 'Sungguh Islam ini baru, Allah SWT akan menundukkan sungai ini (Dijlah) sebagaimana Allah SWT telah menundukkan bumi (daratan) kepada kita, demi Allah yang diri Salman berada di dalam genggamanNya.Lalu sungai Dijlah itu terbelah sehingga tidak nampak air sedikitpun di bagian yang terbelah itu dan pasukan Muslim ketika melaluinya mereka berbicara lebih banyak dibandingkan ketika mereka di darat (menunjukkan mereka dalam keadaan yang tidak ada rasa takut dan dalam keadaan tenang). Pasukan Muslim yang berkelompok kelompok keluar darinya sebagaimana mereka masuk kedalam Dijlah. Mereka keluar dari sungai itu sama sebagaimana sumpah Salman ra. Mereka tidak kehilangan sesuatu apa pun dan tidak ada seorang pun dari mereka yang mati (tenggelam).(Ad-Dalaail, 209)
Yaum al-Jaratsim
Ditakhrijkan oleh Ibnu Jarir dari 'Umar Ash Shaidy, dia berkata, "bila Sa'ad ra. dan orang-orang Muslim masuk ke Dijlah dengan berdua-dua (berpasangan), Salman ra. berjalan bersama Sa'ad ra., mereka berjalan di atas air. Sa'ad ra. berkata, 'Dzalika taqdiirul 'aziizil 'aliim' (Yaasin:38), dan apabila air itu meninggi maka kuda-kuda mereka juga naik, (para sahabat dapat merasakan) kuda-kuda itu dalam keadaan tenang sebagaimana di daratan. Di Madain tidak pernah terjadi hal seperti ini maka hari itu disebut Yaum al-Maa' (hari air) dan mereka panggil juga hari itu sebagai Yaum al-Jaratsim (hari tempat-tempat yang tinggi).(Tarikh Ibnu Jarir, 3:122)Abu Nu'aim mentakhrijkan dari 'Umar Ash Shaidy sama seperti yang lain sampaikan kecuali tidak ada dikawasan Madain kejadian ajaib dan karena itu hari tersebut dipanggil Yaum al-Jaratsim. Tidak ada satu pun dari mereka di hari itu kecuali dalam keadaan gembira. (Ad-Dalaail, 29)
DitundukkanNya Sungai Dijlah bagi Pasukan Muslimin sewaktu Penaklukan Madain
Ibnu Hatim mentakhrij dari Habib bin Dhabyan, dia berkata, "Seseorang dari pasukan Muslimin yang bernama Hajar bin Ady berteriak, "mengapa kalian tiadak segera menyerbu musuh dengan menyeberangi sungai ini (Dijlah/Tigris)? Sementara Allah telah berfirman, 'Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya'."Setelah itu ia terjun ke sungai dengan tetap menunggang kudanya, prajurit Muslim lainnya juga mengikuti langkahnya. Ketika musuh melihat apa yang dilakukan oleh pasukan Muslimin mereka berkata, "diiwaan (bentuk jamak kata diiwa, bahasa Parsi yang berarti Jin Ifrit)". Lalu mereka melarikan diri.(Sebagaimana di dalam Tafsir Ibnu Katsir, 1/410.)
Tuesday, June 23, 2009
MARI FIKIRKAN
Barangsiapa menginginkan teman,
Cukuplah Allah menjadi temannya;
Barangsiapa menginginkan kekayaan,
Cukuplah qana’ah menyertainya;
Barangsiapa menginginkan nasihat,
Cukuplah kematian menasihatinya;
Barangsiapa menginginkan harta simpanan,
Cukuplah al-quran menjadi simpanannya;
Barangsiapa yang tidak cukup dengan ke-empat-empatnya,
Cukuplah NERAKA baginya.
JOM .......
Allah SWT berfirman bermaksud;
“ siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang menyeru (manusia) kepada (agama) Allah dan mengerjakan amal yang soleh dan berkata; sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri. (al-fussilat : 33 )
SIAPA UMAT TERBAIK ?
Firman Allah SWT,bermaksud ;
“ Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kamu menyuruh berbuat kebaikan dan kamu melarang dari kejahatan, dan kamu beriman kepada Allah.”
( ali-imran : 110 )
DAKWAH SUNNAH TERBESAR
Firman Allah SWT,bermaksud ;
“Dan hendaklah ada di antara kamu satu golongan yang mengajak (manusia) kepada kebaktian dan menyuruh mereka berbuat kebaikan, dan melarang mereka dari kemungkaran, dan mereka itu ialah orang-orang yang mendapat kejayaan.”
(ali-imran : 104)
MUTIARA HADIS
Abu Hurairah r.a berkata Nabi SAW bersabda :
“Anjurkanlah kebaikan itu meskipun kamu belum dapat mengerjakannya dan cegahlah segala yang mungkar meskipun kamu belum menghentikannya.”
Monday, June 22, 2009
IJTIMA SEMAKIN DEKAT
-PERHIMPUNAN ORANG ISLAM SELURUH MALAYSIA KHASNYA.
KENAPA BUAT IJTIMA (TUJUAN) ?
- SATUKAN FIKIR SELURUH UMAT ISLAM.
- SUPAYA SELURUH UMAT ISLAM SEDAR TUGAS SEBAGAI UMAT AKHIR ZAMAN YANG MEMBAWA DAN MENYAMBUNG KERJA NUBUWAH DARIPADA LEKA DENGAN KESIBUKAN KERJA DUNIA YANG SEMENTARA.
- JEMAAH SEBANYAK MUNGKIN DAPAT DIKELUARKAN BERDAKWAH SELURUH ALAM.
SIAPA YANG KENA HADIR?
-SEMUA UMAT ISLAM YANG SEAKIDAH DAN SATU KALIMAH
MACAM MANA SEMUA ORANG DAPAT HADIR IJTIMA?
-BUAT 2 1/2 JAM KE ARAH 8 JAM, PERGI RUMAH KE RUMAH,LORONG KE LORONG, KEDAI KE KEDAI,KAMPUNG KE KAMPUNG DAN JUMPA SETIAP ORANG ISLAM DAN BAGITAU TENTANG IJTIMA DAN TUGAS YANG TELAH DIBERIKAN PADA MEREKA SEBAGAI UMAT NABI SAW DAN UMAT AKHIR ZAMAN.
-BUAT 5 AMAL MASJID SUNGGUH-SUNGGUH.
-PARA ISTERI DAN WANITA-WANITA BERPUASA SUNAT,DOA,ZIKIR,QURAN DAN AMALAN-AMALAN LAIN SUPAYA ALLAH MUDAHKAN IJTIMA DAN ALLAH KELUARKAN JEMAAH SEBANYAK MUNGKIN DAN SEBARKAN HIDAYAH SELURUH ALAM.
Thursday, June 18, 2009
MARKAZ DUNIA ( NIZAMUDIN DAN RAIWIND )
Markaz Nizamudin, India
Pekarangan Luar Markaz Raiwind, Pakistan
Markaz Raiwind ( scene 1 )
Markaz Raiwind ( scene 2 )
INSYALLAH...KELUAR BELAJAR USAHA AGAMA ( DAKWAH ) DI SANA. BELAJAR DENGAN ORANG DI SITU BAGAIMANA MEREKA BUAT DAKWAH SEPERTI MANA NABI DAN SAHABAT DAHULU. DI SANA SUASANA AGAMA WUJUD 24 JAM DI MASJID-MASJID. HIDUP AMALAN DAKWAH, TA'LIM WA TA'LUM, ZIKIR IBADAT DAN KHIDMAT..SEPERTIMANA AMALAN DALAM MASJID NABI SAW. APABILA KEMBALI KE TANAH AIR, NIAT UNTUK AMALKAN DAN AJAK ORANG DAN SEDIAKAN ORANG LAIN UNTUK JADI DAIE' DAN IMARAHKAN MASJID DENGAN AMALAN....INSYALLAH..
Wednesday, June 17, 2009
MUHASABAH DIRI
Bila difikir dan direnungkan segala yang berlaku di dunia hari ini,merupakan tanda-tanda usia dunia yang semakin tenat. Nabi SAW sendiri telah memberitahu kita 1430 tahun dahulu tentang keadaan umat akhir zaman dan petanda-petanda kiamat berlaku. semuanya dah jelas, seperti yang disabdakan oleh baginda Nabi SAW. wujudnya bangunan pencakar langit, wanita lebih ramai dari lelaki, bencana alam berleluasa, peperangan, artis disanjung,minum arak perkara biasa dan banyak lagi petanda-petanda kiamat kecil dapat dilihat....
GERUN RASANYA....
Jika hari ini Dajjal keluar dan matahari timbul di barat adakah sudah cukup bekalan dan persediaan iman di dalam hati? Bila Dajjal memperlihatkan 'mukjizatnya', adakah iman semantap itu menanggungnya?...
GERUN RASANYA....
Bila mendengar perkhabaran alam kubur. Di semua arah debu dan tanah. Tiada lagi suami atau isteri tercinta menemani.Tiada lagi kedengaran gelak tawa anak-anak.Tiada lagi saudara mara dan teman yang dapat berkongsi suka dan duka. Hanya cacing dan ulat menjadi teman.Memamah setiap isi daging yang tinggal. Harta pun dibahagikan oleh waris. Suami yang ditinggalkan akan bernikah yang baru. Isteri yang janda akan bertemu jodoh yang lain. Satu sen pun daripada harta dunia tidak dibawa ke alam kubur. Untuk apa wang ringgit di dalam kubur ketika itu? bukannya boleh digunakan untuk 'sogok' malaikat Mungkar dan Nakir. Bolehkah dijawab soalan-soalan yang dah bocor dahulu? siapa Tuhan kamu?Siapa Nabi kamu?Apa agama kamu?Apa kiblat kamu?Apa kitab kamu?Dan kini hanya iman dan amal menjadi teman..
GERUN RASANYA....
Bila tiba hari penghisaban. Seluruh manusia dikumpulkan dari Nabi Adam sehingga bayi yang terakhir dihantar ke dunia dahulu. Adakah dibangkitkan dengan para anbia,para shuhada, para sahabat...atau...adakah dibangkitkan dengan Firaun, Hamman, Qarun atau Ubai Bin Khalaf???Adakah buku amalan daripada tangan kanan atau kiri sebagai penentu kejayaan atau penderitaan yang hakiki?
GERUN RASANYA...
Adakah dapat bertemu Nabi SAW di Mahsyar yang dahsyat? Adakah nabi nak mengaku diri ini sebagai Umatnya? Adakah Nabi memelukku dan memberikan bekas berisi air daripada Telaga Kauthar? Atau tidak memandang diri ini dan dihalau sejauh-jauhnya?
GERUN RASANYA....
Bila melihat titian sirat dihadapan untuk dilalui. Setipis rambut dibelah tujuh dan setajam mata pedang. kiri dan kanan duri yang mengait. di bawah pula Jahannam yang berkobar-kobar menggila menanti jasad yang jatuh ke dalamnya...adakah diri ini dapat meniti sepantas kilat, atau sekadar angin bertiup,atau sekadar kuda berlari, atau berjalan, atau merangkak, atau mengensot...atau jatuh ke Jahannam? Ya Allah..selamatkan..selamatkan...selamatkan...
GERUN RASANYA...GERUN RASANYA...GERUN RASANYA...
PENYAKIT BAHAYA
Jika penyakit2 yang dinyatakan di atas dihidapi oleh seseorang, penghujung pada kesakitan akibat penyakit yang dihidapi adalah maut. Dan apabila nyawa terpisah daripada badan maka hilanglah kesakitan dan segala penderitaan drpd penyakit tersebut. Tetapi Penyakit Iman yang membawa ‘virus’ syirik walaupun sebesar zarah, maka penderitaannya berkekalan dan berterusan walaupun berada di alam kubur. Penderitaan yang tanpa berpenghujung. Kesakitan yang berterusan untuk berjuta-juta tahun, malah tanpa penghujung, selama-lamanya.
Setiap penyakit ada gejala-gejala atau simtom-simtomnya. Simtom-simtom atau gejala yang kerap berlaku adalah cinta pada dunia. Leka dengan keindahan dunia mengakibatkan seseorang lupa pada segala perintah dan larangan Allah.
Simtom seterusnya adalah yakin dengan kehebatan dunia. Yakin dengan senjata,yakin dengan harta, yakin dengan pangkat, yakin selain daripada Allah. Yakin sebegini menggelapkan hati dan mulai merasa curiga dengan hari akhirat,alam selepas mati dan ragu dengan kehebatan dan kebesaran Allah.
Hari ini,gejala-gejala tersebut sudah berakar tunjang dalam hati-hati manusia. Sehingga yakin dengan kebendaan daripada yakin dengan kudrat Allah yang Maha Kuasa.
“ kalau tidak ada senjata macam mana kita nak menang?”
“kalau tiada bom atom macam mana kita nak kalahkan musuh?”..
sehingga yakin-yakin sebegini telah menyamai yakin yang ada pada orang kafir. Orang kafir yakin dengan senjata dan bom atom, umat islam turut mempunyai yakin yang sama. Sedangkan senjata tidak boleh bagi mudarat, tidak boleh bagi menafaat, tanpa izin Allah. Allah boleh ubah mudarat jadi menafaat dan ubah menafaat menjadi mudarat. Adakah kita lupa kisah-kisah anbia dalam Al-Quran? Api jadi sejuk sejahtera ke atas Ibrahim a.s? Laut terbelah 12 lorong? Unta hamil keluar dari batu? Pisau yang tajam tidak dapat melukakan Ismail a.s ?..adakah ini sekadar cerita donggeng seperti cerita sang kancil dan buaya atau cerita Cinderella? Sebenarnya bukan hati kita tidak mempercayainya, tetapi hati kita masih belum yakin.
Sebab itulah iman kena diusahakan. Iman kena dimantapkan. Iman kena disuburkan.Di mana? Bukan di padang bola atau stadium atau pasar-pasar, tetapi di rumah Allah,iaitu masjid. Kena llibatkan diri dengan amalan-amalan dalam masjid seperti mana amalan yang wujud di zaman Nabi SAW. Libatkan diri dengan amalan DAKWAH, TA’LIM WAT TA’LUM, ZIKIR IBADAT dan KHIDMAT. Bila hati sudah terpaut pada masjid dan amalan-amalan dalam masjid barulah sesuai dengan firman Allah “ mereka yang memakmurkan masjid-masjid yang beriman pada Allah dan rasulnya dan hari akhirat”.
Bila hati terpaut pada masjid, diri akan dilingkungi dengan suasana malaikat dan mudah terkesan ke arah melakukan amal kebaikan. Masjid adalah tempat yang paling disukai Allah daripada segala tempat di atas permukaan alam ini dan pasar adalah tempat yang dibenciNya. Alangkah bertuahnya kita apabila Allah memberikan taufik hidayah kepada kita untuk dapat datang ke masjid. Kita kena sedar bahawa kita dapat dating ke masjid bukanlah kerana rumah yang dekat dengan masjid, bukanlah ada kenderaan baru dapat ke masjid, atau kesihatan badan membolehkan kita dapat datang ke rumah Allah. Semuanya taufik dan kasih sayang Allah. Berapa ramai orang di luar sana yang ada kenderaan yang banyak, kesihatan yang baik, rumah sebumbung dengan masjid namun tidak dapat datang ke masjid untuk bersolat dan sebagainya.
wallahu a'lam
Tuesday, June 16, 2009
KENAPA AKU DIUJI ( SUMBER : karkunahmithali.blogspot.com )
~Apakah manusia itu mengira bhw mereka dibiarkan shj mengatakan "kami beriman,sedang mereka blm diuji?dan sesungguhnya kami tlh menguji org2 yg sebelum mereka,maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org yg dusta (Al-ankabut:2-3)
Kenapa aku mendapat ujian seberat ini?
~Allah tidak akan membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya..(Al-baqarah:286
Kenapa aku rasa tertekan?
~Janganlah kamu bersikap lemah,dan jgnlah pula kamu bersedih hati,padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya,jika kamu org2 yg beriman (Al-imran:139)
Kenapa aku masih tidak dpt apa yg ku impikan?
~Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi juga kamu menyukai sesuatu,padahal ia amat buruk bgmu,Allah mengetahui sdg kamu tdk mengetahui (Al-baqarah:216)
Bagaimana harus aku menghadapinya?
~Wahai org2 beriman,bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dan mengerjakan perkara kebajikan) dan kuatkanlah (kesabaran kamu lebih dari kesabaran musuh di medan perang) dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kpd Allah supaya kamu berjaya mencapai kemenangan (Al-imran:200)
~Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dgn sabar dan solah,sesungguhnya solah itu amatlah berat kecuali kepda org2 yg khusyuk (Al-baqarah:45)
Apakah ganjaran yg aku dapat daripada ini?
~Sesungguhnya Allah Taala telah membeli daripada org mukmin diri dan harta mereka dengan memberi syurga untuk mereka (At-taubah:111)Kepada siapa mesti aku harapkan?~Cukuplah Allah bagiku,tiada tuhan selainNya,hanya kepadanyalah aku bertawakal (At-taubah:129)
ABAH KELUAR DI JALAN ALLAH
(sumber drpd Ummu-fatimah.blogspot.com)
Petang tadi terdengar jiran sebelah tanya pada anakku;
"Lama tak nampak abah. Abah x ada ya?"
"Aah. Abah tak ada..."
"Abah pergi mana?"
"Abah keluar jalan Allah!"
"oooo..berapa lama?"
"4 bulan" jawab anakku tersenyum-senyum.
"4 bulan? Lamanya...." jawab jiranku pula.
Dari sebalik tabir tingkap, aku melihat mereka dr jauh tetapi aku tak dengar sehingga habis perbualan mereka lalu terus berlalu ke dapur. Aku cuma terfikir apakah jawapan yg terbaik untuk dijawab jika mereka bertanya kenapa keluar lama2 sampai 4 bulan? Soalan ini begitu sinonim sekali bagi orang2 tabligh macam kami. Kami tak pernah minta dipanggil tabligh tapi orang yang menggelarkan kami ini orang tabligh. Sedangkan tabligh itu salah satu sifat Rasulullah iaitu menyampaikan.
KENAPA KELUAR JALAN ALLAH?
Para Sahabat Keluar ke Jalan Allah
Sebanyak 150 jemaah telah dihantar dari Madinah dalam masa 10 tahun tersebut. Baginda s.a.w. sendiri telah menyertai 25 daripada jemaah-jemaah tersebut. Sebahagian jemaah tersebut terdiri daripada 10,000 orang, ada yang 1,000 orang, 500 orang, 300 orang, 15 orang, 7 orang dan sebagainya.
Jemaah-jemaah ini ada yang keluar untuk 3 bulan, 2 bulan, 15 hari, 3 hari dan sebagainya. 125 jemaah lagi sebahagiannya terdiri daripada 1000 orang, 600 orang, 500 orang dan sebagainya dengan masa 6 bulan, 4 bulan dan sebagainya.
Sekiranya kita menghitung dengan teliti maka akan didapati purata masa yang diberikan oleh setiap sahabat untuk keluar ke jalan Allah dalam masa setahun ialah antara 6 hingga 7 bulan.
Sahabat keluar 5 tahun
Pada tahun 627M satu rombongan sahabat-sahabat Nabi S.A.W yang diketuai oleh Wahab bin Abi Qabahah dikatakan telah mengunjungi Riau dan menetap selama 5 tahun di sana (sebelum pulang ke Madinah)(dipetik dari kitab 'Wali Songo dengan perkembangan Islam di Nusantara', )
Sahabat keluar 6 bulan
Bara’ Radiyallahu 'anhu meriwayatkan bahawa Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam telah mengutus Khalid ibne-Walid Radiyallahu 'anhu kepada penduduk Yamen untuk mengajak mereka masuk Islam. Bara berkata: Aku juga termasuk dalam jamaah itu. Kami tinggal di sana selama 6 bulan. Khalid radiyalaahu anhu selalu mengajak mereka untuk masuk Islam, tetapi mereka menolak ajakannya.Kemudian Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam mengutus 'Ali ibne-Abi Talib Radiyallahu 'anhu ke sana dan memerintahkan kepada Khalid r.a. untuk kembali dengan seluruh jamaah kecuali salah seorang dari jamaah Khalid r.a. yang mahu menemani Ali r.a, maka ia boleh ikut serta dengan Ali r.a. Bara r.a berkata: Akulah yang menemani Ali r.a. selama di sana. Ketika kami betul-betul dekat dengan penduduk Yaman, maka mereka keluar dan dan datang kehadapan kami. Lalu Ali r.a. mengatur shaf mereka untuk mengerjakan solah dan Ali yang menjadi imam dalam solah kami.Selesai solah, Ali r.a membacakan isi surat Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam kepada mereka. Setelah mendengar isi surat Rasulullah sallalaahu alayhi wasalam itu maka seluruh Bani Hamdan masuk Islam. Kemudian Ali r.a. menulis surat kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam yang isinya memberitahukan tentang ke-Islaman mereka kepada baginda. Setelah isi surat tersebut dibacakan kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, maka baginda langsung sujud syukur kepada Allah Swt. Setelah mengangkat kepala, baginda berdoa: Keselamatan bagi Bani Hamadan. Keselamatan bagi Bani Hamadan. (Bukhari, Baihaqi, Bidayah-wan-Nihayah)(Dipetik dari kitab Muntakhab Ahadith, bab Dakwah dan Tabligh,)
Keluar 4 bulan
Ibn Juraij berkata: “Ada seseorang yang menceritakan kepada saya bahawa pada suatu malam ketika Umar radiyalaahu anhu sedang berkeliling (ghast) di sekitar lorong-lorong kota Madinah, tiba-tiba beliau mendengar seorang wanita sedang melantunkan sya’ir:
”Betapa panjang malam ini dan betapa gelap di sekelilingnya, Daku tidak boleh tidur kerana tiada yang tersayang yang boleh ku ajak bercumbu Andai bukan kerana takut berdosa kepada Allah yang tiada sesuatu pun dapat menyamaiNya Sudah pasti ranjang ini di goyang oleh yang lainnya."
Ketika Umar r.a. mendengar sya’irnya itu, maka dia bertanya kepada wanita tersebut, “Apa yang terjadi padamu?” Wanita itu menjawab, “Saya sangat merindukan suami saya yang telah meninggalkan saya selama beberapa bulan.” Umar r.a. betanya, “Apakah kamu bermaksud melakukan hal yang buruk?” Wanita itu menjawab, “Saya berlindung kepada Allah.” Umar r.a. berkata, “Kuasailah dirimu! Sekarang saya akan mengutus orang untuk memanggil suami mu.”Setelah itu Umar r.a. bertanya kepada anak perempuannya Hafsah r.anha, “Aku akan bertanya padamu mengenai sesuatu masalah yang membingungkan aku, mudah-mudahan kamu boleh memberi jalan keluar untukku. Berapa lama seorang wanita mampu menahan kerinduan ketika berpisah dari suaminya?” Mendengar pertanyaan itu, Hafsah r.anha menundukkan kepala merena merasa malu. Umar r.a. berkata, “ Sesungguhnya Allah tidak pernah merasa malu dalam hal kebaikan.” Hafsah menjawab sambil berisyarat dengan jari tangannya, “Tiga sampai empat bulan.” Kemudian Umar r.a. menulis surat kepada setiap amir (pimpinan) pasukan tentera Islam supaya tidak menahan anggota pasukannya lebih dari 4 bulan.”(Riwayat Abdur Razzaq dalam kitab Al-Kanz Jilidl VIII, m/s.308).
Ibnu 'Umar (Radiallahu'Anhu) mengatakan bahawa pada suatu malam Umar r.a. keluar (untuk melihat ehwal orangramai), tiba-tiba beliau mendengar seorang wanita sedang bersya’ir:"Betapa panjang malam ini dan betapa gelap di sekelilingnya Aku tidak boleh tidur kerana tida yang tersayang yang boleh kuajak bercumbu." Kemudian Umar r.a. bertanya kepada Hafsah r.anha, berapa lama wanita dapat bertahan tidak bertemu dengan suaminya?” Hafsah r.anha menjawab, “Enam atau empat bulan.” Maka Umar r.a. berkata, “Untuk selanjutnya saya tidak akan menahan tentera lebih dari masa itu.”(Hr. Baihaqi dalam kitabnya jilid IX m/s 29)[seperti yang dipetik dari kitab Hayatus Sahabah, bab Al-Jihad]
Keluar 40 hari
"Seorang lelaki telah datang kepada Saiyidina Umar ibnu Khattab r.a. maka Saiyidina Umar r.a. pun bertanya: Di manakah engkau berada? Dijawabnya: Saya berada di Ribat. Saiyidina Umar r.a. bertanya lagi: Berapa hari engkau berada di Ribat itu? Jawabnya tiga puluh hari. Maka berkata Saiyidina Umar r.a.: Mengapa kamu tidak cukupkan empat puluh hari?
(Kanzul Ummal, Juzuk 2 muka surat 288, dipetik dari kitab 'Risalah ad Dakwah)
Keluar 3 hari
Daripada Ibnu Umar r.a. berkata: Nabi SAW telah memanggil Abdul Rahman bin Auf r.a. lalu bersabda: Siap sedialah kamu, maka sesungguhnya aku akan menghantar engkau bersama satu jama'ah maka menyebut ia akan hadis dan katanya: Maka keluarlah Abdul Rahman hingga berjumpa dengan para sahabatnya, maka berjalanlah mereka sehingga sampai ke suatu tempat pertama bernama Daumatul Jandal, maka manakala ia masuk ke kampung itu ia mendakwah orang-orang kampung itu kepada Islam selama tiga hari. Manakala sampai hari yang ketiga dapat Islamlah Asbagh bin Amru al Kalbi r.a. dan adalah ia dahulunya beragama Nasrani dan ia ketua di kampung itu.
(Hadith riwayat Darul Qutni, dipetik dari kitab 'Risalah ad Dakwah)
Source : http://azharjaafar313.blogspot.com
Ada pun bagi mereka yang faham akan usaha dakwah ini menginginkan ganjaran yang bukan sedikit sebagaimana janji Allah swt. Antara kelebihan-kelebihan keluar di jalan Allah akan bersambung di next entry. Wassalam..
Ummu-fatimah.blogspot.com
JOR, Menggatal Kota Kinabalu


(ATAS Kiri dan kanan : Pekarangan masjid)
Halqa Keningau diberi tanggungjawab dan kepercayaan sekali lagi untuk khidmat Elders dan Jemaah Foreign. Sudah 7 tahun berturut-turut Halqa Keningau diberikan tugas untuk Khidmat elders dan Foreign. Jumlah petugas khidmat daripada Keningau adalah 60 lebih orang termasuk pelatih daripada Pusat Latihan Dakwah Keningau (PLDK) dan orang awam, termasuk saya sendiri.
Antara ulama yang dating adalah Maulana Shawkat dari Nizamudin. Maulana Mustakim diberitakan berada di Tawau untuk menghadiri JOR di sana. Banyak pesanan dan nasihat-nasihat daripada ulama-ulama kita tentang kerja ini. Terutamanya tentang 5 amal jemaah masjid. Apa yang saya ingin kongsikan di sini adalah mengenai Fikir Harian/Mesyuarat Harian Mahala. Ulama bagitau dalam fikir harian semua karkun tempatan kena duduk dalam fikir harian untuk wujudkan fikir risau dan merancang kerja. Seseorang yang duduk dalam fakir harian, Allah akan mudahkan dia untuk buat 4 amal yang lain ( 2 ½ jam, 2 ghast, talim dan khuruj 3 hari ). Kalau tidak, 5 amal akan ditinggalkan perlahan-lahan. Dalam fikir harian, agenda yang dibawa adalah 1. macam mana 100 % orang islam yang akil baligh dapat solat berjemaah di masjid, 2. macam mana setiap orang yang datang ke masjid jadi daie’ / pembantu agama Allah, 3. macam mana ahli masjid boleh keluar di jalan Allah.
Selepas JOR, terdapat 4 jemaah yang dapat dikeluarkan dengan izin Allah. 1 jemaah 4 bulan dalam negeri dan selebihnya jemaah 40 hari. Selepas Bayan Hidayat dan Doa, semua ahli jemaah bersalaman (musafahah) dengan ulama dan diikuti oleh orang awam. Sungguh mengharukan semasa doa sebagai penutup JOR, suasana gemuruh dengan tangisan oleh orang yang hadir bergema di tapak JOR…..

