"USAHA YANG SAYA MULAKAN INI TIADA DIBERIKAN SEBARANG NAMA, SEKIRANYA SAYA NAK LETAK NAMA BAGI USAHA INI, SAYA TAK NAMAKAN 'TABLIGH', TETAPI SAYA NAMAKAN IA 'TAHRIKUL IMAN' IAITU USAHA ATAU GERAKAN ATAS IMAN" ( MAULANA ILYAS RAH.)
Wednesday, September 2, 2009
KITAB-KITAB RUJUKAN KITAB FADHILAH AMAL
01. Ahkaamul Qur’an, Abu Bakar Ahmad bin Ali Razi Al Jashshosh
02. Aini Syarah Bukhari, Badruddin Abu Muhammad bin Ahmad ‘Aini
03. Al Kamil, Izuddin Ali bin Muhammad Ibnu Atsir Jazuri
04. Al Qaulil Badi fis Shalati ‘Alal Habibi, Syamsuddin Muhammad As
Sakhowi
05. Az Zawajir, Imam Ibnu Hajar Al Haitami
06. Al Ishobah, Hafidz Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy Syafi’i
07. Al Muwaththa’, Abu Abdullah Maliki bin Anas bin Maliki
08. Asyhur Masyahir Islam, Rafiq Baki Al Azhim
09. Asy Syifa, Qadhi ‘Iyadh bin Musa Al Husaini
10. At Targhib wat Tarhib, Abdul Azhim bin Abdul Qawiy Al Mundziri
11. Ath Thobaqot, Muhammad bin Sa’id Katibi Al Waqidi
12. ‘Aunul Ma’bud, Abu Abdurrahman Syarif
13. Awjazul Masaliki, Maulana Muhammad Zakariyya
14. Baihaqi, Abu Bakar bin Husain bin Ali Al Baihaqi
15. Bayanul Qur’an, Maulana Asyraf Ali Thanwi
16. Badzlul Majhud, Maulana Kholil Ahmad Muhajir Madani
17. Bukhari Syarif, Abu Abdullah Muhammad bin Ismail
18. Diroyah, Ibnu Hajar Alaihir Rahmah
19. Durrul Mantsur, Allamah Jalaluddin Suyuti
20. Fatawa Alamghiri, Hadzrat Alamghiri
21. Fathul Bari, Abu Fadhl Ahmad bin Ali bin Hajar Asqolani
22. Harzuts Tsamin Fii Mubasyiratin, Syah Waliyullah Dahlawi Nabiyyil
Amiin
23. Hishni Hashin, Syamsuddin bin Muhammad Al Jazuri
24. Hilyatul Aulia’,Abu Nu’aim Ahmad bin Abdullah Asbahani
25. Hujjatullah Al Balighah, Syah Waliyullah
26. Ibnu Hibban, Muhammad bin Hibban bin Ahmad
27. Ihya’ Ulumuddin, Imam Ghazali
28. Iqamatul Hujjah, Maulana Abdul Hayyi Lakhnawi
29. Irwahi Tsalatsah, Tartib, Maulana Zhuhri Al Hasan
30. Isti’ab, Hafidz Ibnu Abdul Bar Maliki
31. Ithaf Sadatul Mutaqin, Muhammad bin Muhammad Az Zubaidi
32. Jam’ul Fawaid, Muhammad bin Muhammad Sulaiman
33. Jamal, yaikh Sulaiman Al Jamal
34. Jami’ush Shoghir, Abdurrahman Jalaluddin Suyuti
35. Kanzul ‘Ummal, Allamah Ali Burhan Puri
36. Kaukabud Durri, Syaikh Zadu Majdah
37. Khoshoish Kubra, Allamah Suyuti
38. Kitabul Amwal, Imam Abu Abid Al Qasim bin Salam
39. Kitabul Ummah was Siyasat, Abdullah bin Muslim
40. Majma’uz Zawaid, Hafidz Nuruddin Al Haitsami
41. Maqosid Hasanah, Syamsuddin Muhammad bin Abdurrahman
42. Masyirul ‘Azam, Jamaluddin Abdurrahman bin Al Jauzi
43. Mazhahirul Haq, Nawab Qatbuddin Khan Bahadur
44. Mirqatu Syarah Misykat, Nuruddin Abi bin Sulthan Muhammad Harwi
45. Misykat Syarif, Waliyuddin Muhammad bin Abdullah
46. Musamirat, Syaikh Akbar Ibnu Arabi
47. Mushonnif, Abdullah bin Muhammad Ibnu Abi Syaibah
48. Musnad Abu Awanah, Ya’kub bin Ishaq bin Ibrahim Naisaburi
49. Musnad Abu Ya’la, hmad bin Ali bin Al Natsna Al Muwashol
50. Musnad Ahmad, Ahmad bin Muhammad bin Hanbal
51. Musnad Al Firdaus, Abu Mansur Ad Dailami
52. Musnad Bazzar, Abu Bakar Ahmad bin Umar Al Bazari
53. Musnad Hakim, Muhammad bin Abdullah bin Muhammad
54. Musnad Ibnu Khuzaimah, Muhammad bin Ishaq Ibnu Khuzaimah
55. Mustadrak Hakim, Muhammad bin Abdullah Naisaburi
56. Nazhatul Basatin, Abdullah bin As’ad Yamini Yafi’i
57. Qashoidu Qasimi, Maulana Muhammad Qasim Nanatwi
58. Qiyamul Lail, Muhammad bin Ahmad bin Ali Marwazi
59. Qurratul ‘Uyun, Syaikh Abu Laits Samarqandhi
60. Rahmatul Muhtadah, Abul Khairi Nurul Hasan wal Husaini
61. Raudhul Faiq, Syaikh Syu’aib Al Harifaisyi
62. Raudhur Riyahin, Abdullah bin As’ad Yamani Yafi’i
63. Shahih Muslim, Abul Hasan Muslin bin Al Hajjaj
64. Sunan Abu Dawud, Abu Dawud sulaiman bin Asy’ats Sajastani
65. Sunan Darami, Abdullah bin Abdurrahman Darami
66. Sunan Daroquthni, Abdul Hasan Ali bin Umar bin Ahmad
67. Sunan Ibnu Majah, Muhammad bin Yazid Al Qardini
68. Sunan Nasai, Ahmad bin Syu’aib bin Ali
69. Sunan Thabrani, Abdul Qasim Sulaiman bin Ahmad bin ayyub
70. Sunan Tirmidzi, Muhammad bin Isa bin Surah At Tirmidzi
71. Syamail Tirmidzi, Muhammad bin Isa bin Surah At Tirmidzi
72. Syarhus Sunnah, Husain bin Ma’ud Al Farail
73. Tadzkiratul Huffadz, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Zaibi
74. Tafsir Kabir, Imaduddin Abdul Fadai Ismail bin Umar bin Katsir
75. Tafsir Khozin, Alauddin Ali bin Muhammad bin Ibrahim
76. Tafsir ‘Azizi, Syah Abdul Aziz Dahlawi
77. Tahdzibul Mustadzib, Ahmad bin Ali bin Hajar Asqolani
78. Talqihu Fuhumil Atsir, Jamaluddin Abdurrahman bin Al Jawazi
79. Tanbihul Ghafiliin, Syaikh Abu Laits Samarqandi
80. Tarikh Khomis, Syaikh Husain Muhammad Ibnu Al Hasan
81. Tarikhul Khulafa, Allamah Jalaluddin Abdurrahman Suyuthi
82. Usudul Ghobah, Allamah Ibnu Atsir Jazuri
83. Yusuf Zulaikha, Maulana Abdurrahman Jami’
84. Zadu Sa’id fi Dzikrin Nabiyyil Habib Hadzrat Aqdas Tsanwi
MISWAK VS BERUS GIGI
Dicopy dari gotabligh.com
Sumber: http://fikirdanrisau.blogspot.cm/ (Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia)

Baru-baru ini saya telah membaca majalah SOLUSI volume 2 yang mengritik hebat kayu siwak dan minyak zaitun yang ditulis oleh saudara kita se-Islam. Dalam penulisannya saudara tersebut menjelaskan bahwa kalau hendak mengamalkan sunnah perlu mengikuti zaman. Tergerak hati saya untuk membahas isu ini. Walau bagaimanapun, disini saya bukan untuk membuat fatwa atau hukum, tetapi lebih didasarkan kepada opini dan kajian-kajian yang telah ada. Segala kritik dan saran yang baik mengenai posting ini sangat penting bagi saya.
Sebelum itu, saya sajikan kelebihan bersiwak sebagaimana yang terdapat dalam banyak hadits.
Fadhilah Miswak (Kayu Siwak):
“Menggunakan miswak menjadikan satu asbab kemudahan dalam sakaratul maut. Selalu menggunakannya akan memudahkan roh keluar dari jasad apabila waktu yang ditetapkan itu tiba.” (Syarhus-Sudur)
‘Aisyah r.ha. berkata bahwa: “Miswak (penggunaan secara tetap) dapat menyembuhkan penyakit kecuali mati.” (Dilaporkan oleh Dailami di dalam Firdaus)
“Empat perkara yang menambahkan kecerdasan yaitu meninggalkan percakapan sia-sia, menggunakan miswak, duduk di dalam majlis orang-orang soleh, dan duduk di dalam majlis para ulama”. (Thibbi Nabawi)
Allamah Ibn Dariq rah.a berkata, “Kebaikan yang terkandung di dalam penggunaan miswak selepas bangun dari tidur ialah ketika tidur uap busuk naik dari perut ke arah mulut. Hal ini mengakibatkan bau busuk di dalam mulut dan juga berubahnya indera perasa atau kecapan. Penggunaan miswak akan menghilangkan bau busuk tersebut dan memperbaiki perubahan yang terjadi pada indera perasa tersebut.”
Ali r.a. berkata bahawa: “Miswak mempertajamkan ingatan.”
Subhanallah, Maha suci Allah… sungguh indah dan sempurna agama yang diturunkan-Nya, sungguh mulia hukum-hukum yang disyariatkan-Nya, karena tak ada satupun dari apa-apa yang diturunkan-Nya dan apa-apa yang diciptakan-Nya kecuali pasti ada manfaat dan hikmahnya. Kesempurnaan Islam ini benar-benar tiada bandingannya dibandingkan agama-agama lainnya. Diantara kesempurnaan Islam adalah syariat bagi ummatnya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti kewajiban istinja’ setelah buang air, mandi janabat setelah junub, bahkan banyak sekali hikmah-hikmah syariat yang tersingkap dalam ajaran Islam yang telah dibuktikan oleh sains modern, seperti khasiat madu, habbatus sauda’ (jinten hitam), minyak zaitun hingga ‘si kayu ajaib’ siwak yang bermanfaat bagi kesihatan gigi dan gusi.
Setelah kedatangan Islam, Rasulullah SAW. menetapkan penggunaan siwak sebagai sunnah beliau yang sangat dianjurkan, bahkan beliau bersabda :
“Seandainya tidak memberatkan ummatku, maka aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu” (Muttafaq ‘alaihi). Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW. adalah orang pertama yang mendidik manusia dalam memelihara kesehatan gigi. …
Secara logika, kayu siwak lebih mudah dibawa kemana-mana dibandingkan sikat gigi. Hanya diletakkan dalam saku dan tidak memerlukan pasta gigi. Malah beberapa zat vitamin yang Allah SWT. beri terdapat pada kayu siwak. Kita digalakkan untuk bersikat gigi setiap kali hendak sholat, tetapi apakah kita sanggup bawa sikat gigi dan pasta gigi dalam saku kita kemana sahja kita pergi? Memang tidak pernah saya lihat seseorang berbuat semacam itu, tetapi sangat mudah jika bawa kayu siwak yang memang banyak kelebihannya.
Malah jika kita perhatikan zaman sekarang, pasta gigi kadang-kadang yang tidak jelas kehalalannya mempunyai banyak bahan kimia yang berbahaya. Memang cukup pelik bagi kita untuk meneliti sumber yang haram yang terkandung dalam pasta gigi. Tidak dinafikan juga terdapat pasta gigi yang halal seperti keluaran perusahaan tertentu atau yang bersertifikat halal dari MUI. Namun jika kita menggunakan kayu siwak dijamin halal 100% karena sumbernya murni dari tumbuhan yang diciptakan oleh Allah SWT. Berdasarkan pengalaman penulis yang selalu menggunakan kayu siwak, apabila kita hendak sholat, lidah kita akan menjadi ringan dan lembut untuk melafadzkan bacaan ayat al-Quran dan dzikir. Subhanallah. Sangat nikmat rasanya jika dibandingkan setelah menggunakan pasta gigi dan sikat gigi.
Kepada yang hendak menggunakan kayu siwak tetapi malu atau tidak tahu menggunakannya maka disarankan kita keluar jalan Allah SWT. InsyaAllah akan diberikan kekuatan untuk mengatasi perasaan malu untuk melakukan kebaikan dan amal sunnah. InsyaAllah kita semua sedia! (Tasykil…)
Tahukah anda bahwa bersiwak itu penting dalam Islam?
Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah SAW. bersabda, “Jadikan bersiwak itu satu amalan, karena yang demikian (bersiwak) itu menyehatkan mulut dan merupakan sesuatu yang disukai Yang Maha Pencipta” ( Hadis Riwayat Al-Bukhari ).
Daripada Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW. bersabda: “Kalau tidak menyusahkan umatku niscaya aku menyuruh mereka bersiwak setiap kali hendak menunaikan sholat” (Hadis Riwayat Al-Bukhari).
Proses pencemaran proton pada gigi
Gigi yang tercemar menjadikan ia mudah menarik logam berat dan bahan berasam untuk melekat kepadanya. Bahan ini akan melekat pada dinding gigi dan membentuk plak (plaque). Plak akan menebal dan menjadi keras. Plak ini tidak bisa dibersihkan secara fisik seperti mencongkel, menggosok gigi dengan sikat gigi dengan pasta gigi dan sebagainya.
Proses Gigi Mendapat Elektron

Gigi yang menerima elektron akan mempunyai getaran asal yang tidak menerima benda asing melekat kepadanya. Ia juga berusaha untuk mengawal aktivitas biotik dan terhindar dari terjangkit kuman. Oleh karena itu, gigi yang disosok dengan kayu siwak (kayu sugi /malaysia) mempunyai kemampuan untuk menanggalkan plak lebih baik daripada menyungkil atau menyikat. Walaupun anda hanya menggosok beberapa gigi saja, elektron akan tersebar ke gigi lain yang bersebelahan apabila gigi tersebut bersentuhan atau rapat.
Plak dibagian belakang gigi juga akan tertanggal walaupun tidak dicapai oleh kayu siwak. Dengan hanya menggosok dibagian depan gigi, bagian belakangnya juga turut mendapat elektron yang membantu menanggalkan plak dengan sendiri, insyaAllah.
Oleh karena itu, menggosok tidak perlu mencapai keseluruh permukaan gigi termasuk gigi belakang dan geraham belakang. Kecuali jika terdapat renggangan gigi, maka gigi yang renggang tersebut perlu digosok karena elektron tidak mengalir dengan sempurna dari gigi depan.
Berus Gigi Linen atau Plastik
Terdapat berbagai jenis sikat atau pembersih gigi di pasaran. Begitu juga dengan pasta gigi. Mereka membuat berbagai teknik dan rekayasa. Diantara teknik yang digunakan ialah seperti mesin getar, mesin yang memutar sikat, pengurut gusi dari getah, pembersih lidah dan sebagainya. Berdasarkan kajian saintifik, menyikat dengan berbagai cara menggunakan sikat linen atau plastik walaupun sikat tersebut dibuat dengan berbagai bentuk yang canggih, sebenarnya tidak akan membantu membersihkan menanggalkan plak dengan sempurna.
Sikat yang dibuat dari linen atau plastik amat mudah memerangkap bakteri. Itulah sebabnya persatuan dokter gigi menyarankan agar sikat gigi diganti setiap DUA bulan sekali! Mungkin anda lihat sikat gigi tersebut masih baru dan belum rusak atau sikatnya masih keras, tetapi ia sudah membahayakan kesehatan gigi.
Kerisauan yang berdasar..
Di pasaran dunia dan Malaysia khususnya (termasuk Indonesia) terjadi lonjakan barangan keperluan yang dibuat dari sumber yang haram dan beracun. Berdasarkan pada Panduan Halal Haram yang di keluarkan oleh Consumer Association of Penang (2006),
“Lazimnya sikat yang dibuat dari bulu babi dilabelkan sebagai ‘Pure Bristle’. Selain sikat lukisan, sikat cat, sikat penggosok sajadah dan songkok, sikat gigi dan sikat cukur dikhawatirkan mengandung bahan haram ini.”
Disaat umat Islam dilanda kebimbangan mengenai status barang halal, khususnya keperluan dalam menjaga kesehatan mulut, Nabi SAW. telah memberikan satu solusi yang terbaik sejak 600M yang lalu. Pada zaman nabi telah terdapat berbagai jenis alat pembersih mulut seperti powder, tetapi siwak tetap menjadi pilihan Baginda SAW.
Tepuk dada, tanya iman. Fikir-fikirkan dan risau-risaukan. Selamat beramal.
Tuesday, September 1, 2009
MARI AMAL SUNNAH ( ummahpermataduat.blogspot.com )
Serangan Jantung dan Amalan Minum Air suam....


FIKIR SEJENAK

Dalam keadaan yang sedemikian, seorang Rahib/Paderi mereka mengatakan, " Kita tidak akan dapat mengalahkan orang islam walaupun bilangan mereka sedikit dan bilangan kita ramai". Orang ramai kehairanan,"mengapa pula?" Mereka mula bertanya. " Kerana nabi mereka telah tinggalkan mereka satu kerja, iaitu kerja Dakwah. Di belakang mereka ada Kerajaan yang besar. Mereka ada Allah bersama2 mereka. Jika gunung halang,gunung akan hancur, jika lautan halang, lautan akan kering!" Tentera2 Rom tergamam seketika. "Jadi macam mana kita nak kalahkan mereka?" Rahib pun berkata," Kita sibukkan mereka dengan dunia, sibuk dengan pekerjaan2, sibuk dengan ladang dan urusan2 lain sehingga mereka lupa untuk buat kerja dakwah, dalam keadaan ini kita akan binasakan mereka".

Ulama bagitahu, 3 jenis peperangan sudah cukup untuk kita buat pengajaran :
1) Perang Badar - org islam menang, sebab satu fikir dan satu hati;
2) Perang Uhud - org islam kalah, sebab sudah ada kepentingan dunia di
hadapan ( tidak satu hati dan fikir );
3) Perang Hunain - Org islam kalah sebab fikir sudah salah
yakin pada bilangan tentera yang besar ( " kita ramai,
musuh sedikit, kita PASTI menang" ). Sedangkan
kemenangan datang dari Allah, bukan senjata canggih
atau bilangan yg ramai, sepertimana Perang Badar.
( dipetik drpd Bayan Syura Hj. Alidad semasa Jhor Keningau )
Bagaimana pula keadaan kita hari ini? Kita yakin dengan adanya senjata moden, ekonomi yang kuat dan bilangan yang ramai, barulah kita boleh kalahkan musuh, sedangkan dakwah ditinggalkan, fikir tidak satu, hati tidak satu, malah berpecahan dan bergaduh antara sendiri, hingga terlepas daripada Pandangan Rahmat Allah...
JASA IBU TAKKAN BERBALAS

1) Tolong pergi kedai : RM4.00
2) Tolong jaga adik : RM4..00
3) Tolong buang sampah : RM1.00
4) Tolong kemas bilik : RM2.00
5) Tolong siram bunga : RM3.00
6) Tolong sapu sampah : RM3.00
Jumlah : RM17.00
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak sambil sesuatu berlegar-legar si mindanya. Si ibu mencapai sebatang pen dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
1) Kos mengandungkanmu selama 9 bulan - PERCUMA
2) Kos berjaga malam kerana menjagamu - PERCUMA
3) Kos air mata yang menitis keranamu - PERCUMA
4) Kos kerunsingan kerana bimbangkanmu - PERCUMA
5) Kos menyediakan makan minum, pakaian, dan keperluanmu -PERCUMA
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - PERCUMA
Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata, “Saya Sayangkan Ibu”. Kemudian si anak mengambil pen dan menulis “Telah Dibayar” pada mukasurat yang sama ditulisnya.
Monday, August 31, 2009
MARHABAN YA RAMADHAN

Segala puji selayaknya hanya bagi Allah swt, Tuhan Semesta alam. Alhamdulillah, bertemu juga dengan bulan Ramadhan tahun ni. Tahun depan tak tau lagi, sempat ke tak….walau apapun, bersama kita memohon supaya dipertemukan lagi Ramadhan akan datang, insyallah…..
Dah lama tak jenguk2 dlm blog ni. Al maklum sibuk dgn berbagai urusan. Masa bulan ramadhan lagi, kadang2 urus jemaah yg nak keluar lebih2 lagi student, kadang2 urus kerenah anak dan ikram ahlia baru bersalin. Yang sedihnya 5 amal betul2 menurun. Terasa betul tahap penurunan iman secara mendadak bulan ni…astaghfirullah…ni nak kena keluar lagi dan lagi ni utk perbaiki iman amal…doa karo…
Dalam entri ni, tergerak hati nak celoteh sikit tentang bulan yg penuh keberkatan ini. Bulan dimana Rahmat Allah mencurah2 seperti hujan. Apa taknya, dalam bulan nil ah orang yg dah lupa jalan ke masjid dah jumpa jalan kembali ke masjid, orang yg ‘alergik’ dengan masjid, alhamdulillah dah boleh pijak lantai masjid, orang yang lupa letak tudungnya dimana, dah jumpa kembali tudungnya, orang yang kerap melanggan ‘newspaper’ dah tukar baca quran….dan macam2 lagi anjakan paradigma yg kita lihat time bulan puasa ni.. namun, persoalannya, berapa lama ianya boleh bertahan. Dengan penuh sangka baik, mudah-mudahan ianya berterusan sehingga saat terakhir.
Inilah ulama bagitahu ‘IMAN SUASANA’…iman kita mudah terpengaruh dan terkesan dengan suasana sekeliling. Kita boleh lihat, masa di luar ramadhan macam mana keadaan masjid, dan di waktu bulan ramadhan, bagaimana pula keadaan masjid dan surau kita, diluar ramadhan macam mana ibadat kita berbanding dengan ibadat kita dalam bulan ramadhan..yang ditakuti, bulan ramadhan yang sepatutnya ibadat dah bertukar menjadi adat. Oleh kerana itu, iman kena diusahakan setiap hari, tak kira ramadhan atau tak, iman perlu diusahakan. Allah bukannya wujud masa bulan ramadhan saja…Allah wujud sejak alam ini diciptakan, malah sebelum itu lagi dan tetap akan wujud selamanya…sebab itu iman perlu pada semua orang dalam keadaan macam mana pun. Usaha untuk mengekalkan iman dalam hati setiap muslim adalah fardhu ain ulama bagitahu. Amat bahaya jika iman terkeluar dalam diri seseorang walaupun sesaat. Jadi dakwah dibuat untuk kekalkan dan tingkatkan iman dlm hati. Allah bagitahu lebih kurang “wahai org yg beriman, berimanlah kamu..” dan nabi bagitahu lebih kurang “perbaharuilah iman kamu..”. ulama bagitahu, org yg beriman (org islam) diperintahkan oleh Allah utk beriman lagi. Janganlah kita berpuas hati dgn tahap iman kita sekarang, “cukuplah saya dah islam, saya dah solat, saya dah haji, saya dah puasa, saya dah zakat..”, kerana nabi bagitahu, iman umat akhir zaman nipis seperti kulit bawang. Kita ambil masa yg sedikit untuk berzikir ‘laa illaha illallah’ tapi sepanjang hari keyakinan kita adalah selain daripadaNya.
Oleh itu, marilah kita sama2 berazam untuk jadikan ramdhan ni yg terbaik, dan yg akan datang lebih baik lagi, terutamanya diri ini yg serba kekurangan…insyallah..
Wallahu a’lam bissawab…
Monday, August 17, 2009
PENGISIAN MAJLIS TAKLIM MINGGUAN MASTURAT
Entri kali ini nak cerita pasal program taklim mingguan masturat. untuk pengetahuan, program ini kita buat di dalam rumah, rumah plak bukan sebarang rumah, rumah ini adalah rumah yang telah diputuskan oleh syura. Jadi tiap2 minggu program ini akan dijalankan di rumah yang sama.
Siapa yang boleh hadir di dalam majlis ini...?
Sesiapa sahaja boleh hadir ( perempuan sahaja) , boleh ajak jiran tetangga, kengkawan kita, anak perempuan kita, adik atau kakak perempuan kita, cuma pastikan kehadiran itu bersama mahram bagi mengelakkan fitnah, memandangkan usaha masturat ini sangat halus dan tertutup, sebaik2nye untuk masturat datang bersama suami,tetapi klu suami tiada, maka blehla datang sendiri..tetapi setahu diri ini, seandainya rumah taklim itu jauh,makan masa 15 minit utk dtg,maka orang lama kata kita tak perlu datang..semuanya utk mengelakkan fitnah wanita itu dalam perjalanan atau dikhuatiri mendatangkan bahaya..sebab usaha ni begitu menjaga kaum wanitanya..
PAKAIAN YANG SANGAT SESUAI SEMASA PROGRAM
Pakaian untuk program...
Pastikan pakaian menutup aurat. Memandangkan majlis ini majlis untuk membesarkan Allah Taala dan mengingatiNya, maka kita kenalah elak pakaian yang boleh menarik perhatian orang lain, pakaian yang terang even jubah sekalipun sekiranya pakaian tu ala-ala mak datin, maka elakkanla, pakaian yang terbaik ialah pakaian yang gelap ataupun berwarna hitam..
lagi satu elakkan pakai perhiasan seperti cincin dan gelang tangan..kerana ini juga boleh menyebabkan orang lain hilang tawajjuh...nanti orang bukan tawajjuh kat program tapi tawajjuh kat barang perhiasan kita...so kena jagala bab2 tuh,ok...
Anak-anak..
Pastikan kalu suami kita ada, maka sebaiknya anak tu kita letakkan bersama suami, terutama anak-anak lelaki. sebab ia akan mengganggu program. tapi seandainya nak datang dgn anak2, kita siapla apa yang patut cam bawala makanan seperti biskutke,mainan atau buku2 bagi mereka ni diam..
Pengisian Program...
Ini contoh program yang dibuat:
10 pagi : Taklim awal ( baca kitab Fadhail Amal )
10.20 pagi : Taklim Kitabi sama macam atas.
10.40 pagi : Fadhilat Majlis
10.50 pagi : Taklim Muntakhab Hadith
11.10 pagi : Muzakarah 6 Perkara
( Sebulan atau dua bulan sekali ada bayan ( ceramah ) oleh pihak lelaki)
11.30 pagi : Tamat
Program ini bukan seperti kuliah-kuliah / usrah yang biasa kita lihat di masjid atau tv atau majlis yang lain, yang boleh di buat dengan gaya santai dan bergelak ketawa. program ini lebih kepada mujahadah nafsu untuk dengar dengan penuh tumpuan, perhatian dan tidak boleh bercakap dan bergelak ketawa.
“ Aik?? itu je programnye, takdeke program lain? cam tak best jer....”
Persoalan yang biasa di Tanya..
Iya...itulah program yang dinamakan Majlis Taklim Mingguan Masturat. Memang program ini statik..itulah yang diperkatakan setiap minggu..
Kenapa buat benda yang sama?
Memandangkan majlis ini lebih kepada majlis iman dan amal, jadi kita nak bawalah sifat malaikat dalam diri kita . Taat dan patuh.. jadi sebagaimana yang telah diputuskan oleh syura mengenai program ini, maka kita kena terima dan taat padanya...setiap apa yang telah diputuskan dalam mesyuarat pasti ada kebaikannya..
lagipun tujuan program ini adalah untuk kita datangkan keinginan dan keghairahan dalam beramal, contohnya fadhilat solah, bila kita baca mengenai kelebihan solah ni maka kita akan rasa keinginan untuk menjaga solah di awal waktu, sebab kita tahu ganjaran dan kelebihan solah itu..begitu juga dengan muzakarah 6 Perkara. kena lagi dan lagi kita cakap supaya kesannya datang dalam diri kita..
Apa dia 6 Perkara tuh?
6 Perkara tu adalah merupakan sifat para sahabat, yang mana ia bukanla maksud kesempurnaan agama, tapi seandainye kita dapat amalkan 6 sifat ini, insyaAllah kita dapat amalkan keseluruhan agama dengan mudah :
1. Yakin dengan sebenar yakin akan kalimah Lailaha illallah,Muhammadur
rasulullah.
2. Solat kyusuk dan khuduk.
3. Ilmu dan zikir
4. Ikram Muslimin
5. Ikhlas niat.
6. Dakwah dan Tabligh
InsyaAllah, perinciannya akan di beritahu di masa akan datang..
Harapanku pada ibu2 di luar sana supaya dapat melapangkan masa untuk hadir dalam majlis yang mulia ini...segala yang baik itu datang dari Allah, dan yang buruk itu dari kelemahan diri ini..so, sebarang kekurangan dan ketidakfahaman bolehla diajukan untuk kebaikan bersama..
Sumber :
H1N1 ????

Selesema babi atau H1N1 semakin menular di Negara kita malah seluruh dunia. Wabak yang merbahaya ini semakin menjadi kebimbangan kita sejak akhir2 ini. Sehingga kerana takutkan dengan wabak ini, manusia termasuk yg lelaki, perempuan, muslim dan non-muslim semuanya memakai alat penutup mulut. Polis, guru, golongan atasan, bawahan, jururawat, tokei kedai, hatta penyapu jalan pun menggunakannya. Apa tidaknya, boleh membawa maut, dengan izin Allah.
Sebaik sahaja dipaparkan di dada akhbar bahawa wabak ini sudah menyelinap dalam Negara kita, ramai org gelisah, takut, gementar, dek terjangkit wabak tersebut. Anak2 dipakaikan dengan alat penutup mulut, org ramai dilarang berada di tempat2 sesak, kalau bersin tutup mulut dan bermacam lagi saranan drpd pihak2 berwajib untuk mengelakkan drpd terkena wabak tersebut.

Cuba renungkan, betapa takutnya kita terhadap makhluk selain Allah. Sedangkan makhluk tidak boleh bagi menafaat dan mudarat tanpa izin Allah. Bagaimana pula ketakutan kita terhadap Allah azza wajalla? Allah perintahka kita untuk solat, sejauh mana kita takutkan Allah jika tinggalkan solat? Allah perintahkan kita menutup aurat, sejauh mana takutnya kita terhadap Allah dalam hal2 berkaitan dengan aurat? Sejauh mana ketakutan kita pada Allah dalam melaksanakan segala hukum2 Allah? Adakah ketakutan kita terhadap Allah sama atau lebih berbanding ketakutan kita pada H1N1?
Inilah masalah iman umat hari ini. Iman dalam keadaan sakit. Kita mengakui kewujudan Allah, tapi kita letakkan benda2 / asbab2 sebagai perantaraan kita dengan Allah. Sakit akan sembuh kalau makan ubat. Perut akan kenyang kalau makan nasi. Hidup akan senang kalau ada harta, pangkat dan wang ringgit. Hari ini, manusia percaya Allah ada tapi yakin pada Allah tiada. Percaya dan yakin adalah dua benda yang berbeza. Misalnya, kita percaya pada seorang pemanah handal yg boleh memanah dengan tepat buah epal yg diletakkan atas kepala dengan matanya tertutup. Namun, bagaimana pula jika buah epal tadi diletakkan atas kepala kita dan pemanah tadi cuba untuk memanahnya. Jika kita ada keyakinan pada pemanah tadi nescaya kita takkan ragu2 dengannya. Tapi jika kita percaya sahaja dengan kebolehannya, tapi tidak yakin pada pemanah tadi, nescaya kita tidak akan berani meletakkan epal atas kepala kita.
Orang kafir Quraisy percaya Allah ada, tapi keyakinan mereka diletakkan pada 360 berhala yg diletakkan keliling kaabah untuk selesaikan masalah2 mereka. Berhala2 tadi dijadikan perantaraan untuk sampaikan hajat mereka pada Allah. Bahay syirik bukan setakat menyembah patung2 berhala, tapi yakin pada wang ringgit, yakin pada harta, yakin pada pangkat, yakin pada ubat, yakin pada kerjaan dan pemerintahan, dan yakin pada asbab2 juga merupakan syirik kerana ada yakin selain Allah. Malah lebih bahaya lagi kerana ianya sangat halus. Sedangkan dalam solat hari2 kita baca “hanya engkau kami sembah dan hanya engkau kami meminta pertolongan” dalam surah Fatihah. Ulama bagitahu, bukanlah hari ini kita hendak menolak/tinggalkan asbab. Ulama kata, orang yg tinggalkan asbab kufur, orang yg yakin dengan asbab syirik. Kalau sakit kena usahakan asbab untuk sembuh iaitu dengan ubat, tapi pada masa yg sama jangan yakin dengan asbab/ubat. Kalau kita kata “ tak perlu makan ubat, ALLAH yg bagi sembuh”, ini kufur. Kalau kita kata” bagusnya ubat ni buat saya sembuh”, ini syirik.
Sebab itu, iman kena diusahakan. Kita keluar di jalan Allah adalah semata-mata untuk usahakan iman dalam diri kita dan ajak orang lain untuk usahakan iman mereka bersama. Usahakan untuk masukkan kebesaran Allah dalam hati dan keluarkan kebesaran Makhluk dalam hati. Nabi bagitahu dengan sahabat2 “ perbaharuilah iman kamu”. Siapa sahabat berbanding kita? Bagaimana Tahap iman sahabat berbanding kita? Pun begitu nabi perintah sahabat untuk perbaharui iman mereka. Allah sendiri bagitahu dalam quran” wahai orang2 beriman, berimanlah kamu”. Hari ini kita tahu nilai wang ringgit, dan ketahuilah usaha atas wang ringgit lagi penting ( kerja dan sebagainya), kita tahu iman itu penting, namun ketahuilah, USAHA ATAS IMAN juta-juta kali lebih penting.
Wallahu a’lam
Tuesday, August 11, 2009
BAKAL KARKUN LAHIR
Tanggal 3 Ogos 2009, seorang lagi umat akhir zaman dilahirkan dgn selamatnya di hospital keningau. Pada pukul 2.22 pagi, suara tangisan bergema dalam bilik bersalin. Malangnya, esok selepas solat subuh baru dapat bisikkan azan dan qamat di telinganya. Apa nak buat, dah prosedur hospital macam tu…memang sukar nak amalkan sunnah zaman ini…namun, itu bukan penghalang untuk mengamal dan menhidupkan sunnah Nabi saw. Sebab tu nabi bagitau (lebih kurang), satu sunnah dihidupkan di zaman kerosakkan umat baginya pahala syahid…
Maha Suci Allah….terasa kebesaran Allah…cuba kita renungkan, betapa lemahnya kita…apabila binatang melahirkan anaknya, selang beberapa jam, anaknya boleh berdiri dan berlari..sedangkan manusia perlu mengambil masa beberapa bulan baru belajar bertiarap..selang beberapa bulan lagi, baru belajar merangkak, dan seterusnya belajar berdiri dan berjalan…Allahuakbar…ulama bagitahu, sekiranya bayi yang dilahirkan selang beberapa jam terus boleh berdiri dan berjalan dan berlari dengan sendirinya, maka ditakuti manusia akan menjadi bertambah sombong dan tinggi diri...wallahu a'lam..
Monday, July 27, 2009
BAYAN SUBUH NIZAMUDDIN 2009
sumber : gotabligh.com
Allah terima suatu amalan jika hatinya ikut sehingga Allah akan memberinya taufiq. Kerja dakwah ini adalah usaha untuk menjadi orang kecil (‘abdi) bukan untuk menjadi orang besar. Orang yang buat kerja dakwah dengan niat untuk mengishlahkan diri sendiri maka ia akan menjadi shaleh dan orang yang shaleh akan menjadi asbab untuk orang lain menjadi shaleh juga.
Dakwah adalah fardhu ‘ain. Manfaat kerja dakwah yang pertama adalah untuk diri sendiri, maka Allah akan melindunginya dari kesesatan.
Maulana Ilyas pernah berkata, ada 2 (dua) orang yang terkebelakang dari usaha ini :
1. Niat untuk mengishlah orang lain
2. Mau mengishlah kerja ini
Tarbiyah dan mujahadah dalam kerja ini akan mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Kerja ini akan menghasilkan hidayah untuk dua bagian :
1. Untuk diri sendiri
2. Untuk menjadi asbab hidayah bagi orang lain
Tufail telah datang ke Mekkah dengan menutupi kupingnya sehingga apa yang dikatakan Nabi ia tidak mendengarkannya. Ketika dia dekat dengan Nabi maka kemudian Allah ingin memberikan hidayah dengan membuat Tufail ingin membuka tutup kupingnya. Lalu dia dapat mendengar akan bacaan shalat Nabi sehingga ia masuk Islam. Tufail melakukan dakwah dalam satu tahun hasilnya 80 keluarga masuk Islam.
Firman Allah dalam AlQuran : “Dan siapakah yang paling baik perkataannya daripada Orang yang mengajak (dakwah) kepada Allah dan Beramal Shalih dan berkata sesungguhnya saya bagian dari muslimin.”
Gabungan Dakwah dan Amal akan meningkatkan Ibadah. Jika ibadah baik maka kita akan menjadi shaleh. Pertama kali yang akan kita masukkan ke dalam diri kita adalah Iman.
Tanpa adanya Iman kesempurnaan amal tidak akan didapat.
Tanpa adanya Iman keterkabulan amal tidak akan didapat.
Nabi berkata kepada Hadi bin Hatim, : kamu terlambat masuk Islam karena kamu melihat keadaan orang Islam yang miskin, susah, dll sehingga kamu terhalang dari hidayah. Rasul katakan bahwa Islam akan mengalahkan Kisra dan Islam menjadi jaya dan akhirnya Hadi bin Hatim pun melihat kemenangan dan kejayaan Islam.
Penghubung antara orang Islam dan Allah adalah amal. Di dalam majlis iman ada perkara yang ghaib. Di dalam iman ada qudrat. Qudrat tidak ada di alam semesta namun qudrat ada di dalam zat AllahSWT. Dengan kerja dakwah ini kita betulkan Aqidah kita, bahwa perkara yang ghaib hanya Allah saja mempunyai bahkan Nabi-Nabi pun tidak. Jika seorang Nabi mengetahui hal-hal yang ghaib, maka Nabi Yusuf as tidak akan masuk ke dalam sumur dan dijual menjadi budak. Begitu pun ketika Rasul diundang ke suatu walimah dia disambut oleh anak perempuan kecil dan anak kecil itu berkata : “kita bersama Rasul yang mengetahui hal yang ghaib”, maka Rasul katakan kepada anak itu : “Jangan katakan seperti itu, karena hal yang ghaib hanyalah milik Allah”.
Nabi katakan : “Jika kamu membaca Al Quran dengan teliti. Allah akan member tahu apa yang akan terjadi sampai dengan hari kiamat.
Ada seorang shahabat di penjara dalam keadaan junub dan air yang ada hanya cukup buat minum. Maka ia berkata kepada penjaga penjara, “tolong berikan air yang buat jatah besok sekarang saja, karena untuk berhadast”. Namun penjaga tersebut tidak memberikan. Maka ia berdoa kepada Allah agar diturunkan hujan, maka Allah SWT, maka Allah pun menurunkan di penjara. Begitulah yakinnya para shahabat kepada Allah SWT.
Banyak orang mengatakan, “Itukan shahabat, bukan kita”. Hari ini kita begini karena kita tidak yakin dan aqidah yang lemah. Apabila kita memiliki yakin yang benar kepada Allah maka tidak ada hijab antara Allah dengan hambanya.
Abdullah bin Mas’ud ra suatu ketika isterinya sakit mata, maka datanglah seorang yahudi dan diberikan benda yang diletakkan di lehernya, maka matanya pun sembuh. Ketika suaminya melihat itu maka ia bertanya kepada isterinya apa itu? Isterinya berkata benda ini dapat menyembuhkan. Maka suaminya menyuruh untuk membuang benda tersebut. Mari saya beritahu kepada kamu, mata kamu sakit karena syaithan menaruh jarinya pada kamu. Dan orang yahudi itu menyembuhkan karena ia menghalangi jari syaithan tersebut dan yahudi itu pun syaithan. Cukuplah kamu meminta kesembuhan kepada Allah.
Jika kita mendapatkan benda dan benda tersebut memberikan kita kejayaan maka itu berarti telah menjauhkan kita dari Allah SWT. Jika kita mendapatkan benda yang memberikan kejayaan langkah pertama lihat dulu apakah benda itu HALAL atau HARAM.
Maulana Yusuf Katakan: “Nafikan benda-benda, sehingga antara kamu dengan Allah tidak ada hijab. …. Dan seterusnya… bayan belum lagi usai.



