CARI DALAM BLOG INI

Wednesday, June 24, 2009

KETIKA USAHA DAKWAH TERHENTI !!!!! ( sumber:azharjaafar.blogspot.com)

Ketika Usaha Dakwah Terhenti

Ketika Khadijah rha. menemui suaminya Baginda Muhammad SAW. Ia (Khadijah rha) baru saja pulang dari rumah Waraqah. Ia menanyakan tentang tanda-tanda kenabian yang ada pada suaminya, pada saat itu lah Rasulullah SAW menerima wahyu ke-dua awal surah Al-Mudatsir. Rasulullah SAW kemudian berkata kepada istrinya "Tidak ada waktu lagi untuk istirahat... Jibril AS telah menyampaikan perintah Allah SWT kepadaku agar aku menjumpai setiap orang untuk mengajaknya kepada Islam, wahai istriku siapakah orang yang akan mengikutiku". "Aku ya Rasulullah, aku mengimani bahwa Allah SWT tiada tuhan selain Dia dan engkau adalah Rasulullah" Jawab Khadijah rha.

Demikianlah awal pengorbanan mereka yang tiada berhenti sehingga segala keperluan diri dikebelakangkan hanya untuk kemuliaan Islam. Hingga di akhir hayatnya Rasululah SAW ketika ditemani oleh Jibril AS yang datang untuk menghiburnya, Beliau SAW bertanya "bagaimana keadaan ummatku sepeninggalanku?". Keadaan ummatnya saja yang terfikir hingga akhir hayatnya.Menjelang akhir hayatnya Rasulullah SAW mengirim satu jema'ah besar keluar kota Madinah dipimpin seorang panglima yang masih sangat muda, anak dari seorang bekas budak hamba sahaya yang kemudian menjadi anak angkat Beliau, Usamah bin Zaid r.ahuma. Belum sampai ke tujuan Jema'ah tersebut mendapat berita tentang wafatnya Baginda Rasulullah SAW. Akhirnya diputuskan jema'ah tersebut kembali ke Madinah.

Di Madinatul Munawwarah keadaan pun sedikit kacau, karena begitu sedih dan bingung banyak dari sahabat r.anhum yang tidak tahu harus berbuat apa pada saat itu. Umar ra. menghunuskan pedang berkeliling Madinah sambil berkata tidak mungkin Rasulullah SAW wafat, Utsman ra. hanya diam tidak tahu berbuat apa.. Sehingalah Abu Bakar ra., setelah menjenguk jasad Baginda SAW, tampil ke depan menenangkan.Singkat cerita...Usaha da'wah terhenti sebentar (dalam satu riwayat 7 hari), jema'ah yang dipimpin Usamah ra. belum diberangkatkan. Apa yang terjadi?

Alim ulama menerangkan ketika da'wah terhenti sebentar ada 3 perkara besar terjadi:

1. Diangkatnya ketakutan dari hati orang kafir terhadap orang Islam

2. Banyak orang kembali murtad dan sebagian tidak mau lagi membayar zakat.

3. Munculnya Nabi palsu, Musailamah al Kahzab.

Tentara Romawi dan sekutu-sekutunya mengirim suatu kekuatan besar untuk membumi hanguskan Madinah dan seluruh orang Islam. Abu Bakar ra. memutuskan untuk segera mengirim kembali jema'ah yang sempat tertunda untuk menghadapi tentara kafir dengan tetap dipimpin oleh Usamah ra. Ada sebagian sahabat yang merasa keberatan dan ingin agar Usamah ra. dapat diganti dengan sahabat yang lebih berpengalaman tapi Abu Bakar ra. berkata,"Belum lama jasad Rasulullah SAW dikebumikan, sekarang kalian hendak mengubah satu Sunnahnya"!Jema'ah tersebut tetap dipimpin oleh Usamah bin Zaid r.anhuma. Semua sahabat yang tidak ada uzur diperintahkan untuk menyertai jema'ah tersebut.

Amirul Mukminin, Abu Bakar ra. meminta kesediaan Usamah ra. untuk membolehkan beberapa sahabat tetap tinggal di Madinah untuk tugas-tugas lain. Khalid bin Walid ra. ditugaskan memimpin 500 orang untuk menghancurkan Musailamah al Kahzab, Umar ra. ditugaskan memimpin 50 orang untuk menhadapi mereka yang tidak mau membayar zakat. Sehingga tinggallah di kota Madinah orang-orang tua dan Abu Bakar ra. sebagai Amirul Maukminin untuk mengendalikan keadaan di Madinah.

Seorang sahabat lagi bertanya kepada Abu Bakar ra. berkata "Wahai Amirul mukminin kalau semua kita menyertai jema'ah ini bagaimana keadaan kota Madinah yang di dalamnya ada Ummahatul mukminiin, istri-istri Rasulullah SAW". Abu Bakar ra berkata,"Aku lebih rela istri-istri nabi diserang musuh dan bangkainya dicabik-cabik serigala daripada agama dan usaha agama ini terhenti".

Akhirnya Jema'ah tersebut diberangkatkan dengan dilepas sendiri oleh Amirul Mukminin Abu Bakar ra. Di Madinah, semua sahabat yang uzur diperintahkan untuk membuat 'amalan masjid. Mengisinya dengan Da'wah menjumpai orang-orang di Madinah yang keyakinannya goyah atau telah keluar dari Islam untuk dapat kembali kepada Islam. Mereka kemudian diajak ke Masjid Nabawi untuk duduk di dalam majelis dan dibangkitkan semangatnya kembali serta memperbanyak 'amal ibadah dan berdo'a memohon bantuan Allah SWT. Sebagaian lagi diberi tugas untuk melayani tamu-tamu yang datang dan menyiapkan segala keperluan jema'ah masjid.Dari usaha dan kerja di Masjid Nabawi tersebut alim ulama menerangkan terbentuk beberapa jema'ah da'wah yang dikirim ke kawasan yang berdekatan dengan Madinah, menjumpai setiap orang yang berada di kabilah terdekat untuk kembali kepada Islam dan Iman. Sehingga di dalam suatu riwayat selama tiga hari-tiga malam di kota Madinah tidak terdengar suara adzan.

Kembali kepada Jema'ah yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid ra. Selama perjalanan untuk menghadapi tentara kafir mereka telah berhenti beberapa kali. Alim ulama menerangkan bahwa Usamah ra. telah memerintahkan jema'ah tersebut untuk berhenti dan membongkar segala perlengkapan dan memasang tenda dan berbagai keperluan lainnya. Ketika semua telah selesai, ia, Usamah ra. memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan. Semua sahabat r.ahum tha'at. Mereka segera membongkar tenda mengumpulkan segala perbekalan dan sebagainya. Di tempat yang lain Usamah ra. memberikan perintah yang sama sehingga beberapa kali jema'ah tersebut membongkar memasang dan membongkar lagi perbekalan serta tenda mereka.Alim ulama menerangkan bahwa walaupun pada zhahirnya terlihat seperti tidak teratur dan tidak terorganisir akan tetapi dengan ketha'atan kepada Amir dan bergeraknya mereka tersebut fii sabilillaah.

Allah SWT telah tanamkan kembali di dalam hati musuh Islam ketakutan terhadap ummat Islam. Tentara Romawi dan sekutunya menjumpai bekas-bekas perkemahan dan barang-barang perbekalan sahabat r.ahum dapat menghitung berapa kekuatan pasukan Muslimin. Di tempat yang lain mereka menjumpai tanda-tanda bahwa di tempat itu juga sepasukan yang besar pernah berkemah. Sehingga akhirnya tentara musuh Islam tersebut berkesimpulan kalau dengan jumlah sahabat r.ahum sedemikian besar yang berada di luar Madinah maka pasti jumlah yang lebih besar lagi ada di dalam Madinah. Dan mereka memutuskan untuk mundur karena mereka yakin mereka tidak akan menang menghadapi orang Islam.

Begitu juga Musailamah al Kahzab dan pengikutnya beserta benteng di Yamamah yang telah didirikannya akhirnya dapat di hancurkan.Tiga perkara besar yang terjadi akibat usaha da'wah terhenti sebentar akhirnya dapat dikembalikan. Orang-orang kembali kepada Islam dan mau membayar zakat, Allah SWT tanamkan kembali ketakutan di dalam hati musuh Islam dan Allah SWT hancurkan nabi palsu.

SURAT UMAR R.A

Surat Umar bin Khathab ra.

Sebuah riwayat diambil dari Al Bidayah wan Nihayah nya Ibnu Katsir bahwa Umar ibn al Khatthab ra. Telah mengirim pasukan muslim di bawah pimpinan Sa'ad bin Abi Waqas yang dikirim untuk menaklukkan Parsi. Ia (Umar ra.) menulis sepucuk surat kepadanya, sebagai berikut:"Saya memerintahkan engkau dan pasukanmu untuk takut kepada Allah pada setiap saat karena taqwa adalah senjata terbaik menghadapi musuh dan strategi terbaik dalam peperangan. Dan saya memerintahkannmu dan pasukanmu untuk takut melanggar perintah Allah SWT lebih dari ketakutanmu terhadap musuhmu. Jika sebuah pasukan lebih takutkan berbuat dosa dari pada musuh mereka, Allah SWT akan memberikan kemenangan, untuk orang Muslim kemenangan adalah hasil dari ketidak taatan orang-orang kafir kepada Allah SWT.


Ingatlah bahwa tidak ada kekuatan kecuali bersama Allah walaupun mereka selalu lebih banyak dari kita dan memiliki persenjataan serta perlengkapan yang lebih baik. Jika kita sama seperti mereka dalam ketidak taatan kepada Allah SWT, mereka akan menaklukkan kita dengan senjata mereka yang lebih hebat dan jika tidak kita taklukkanlah mereka dengan adil, kita tidak dapat menaklukkan mereka dengan kekuatan.Kalian harus belajar bahwa kalian memiliki beberapa Malaikat bersama dengan kalian yang melindungi kalian dan amal kalian.

Jadi berhati-hatilah dan jangan melakukan suatu dosa ketika kalian sedang berjuang dijalan Allah SWT. Dan jangan jangan menganggap musuh kita lebih jelek dan mereka tidak dapat mendapat kemenangan dari kita walaupun mereka melakukan perbuatan dosa. Banyak bangsa yang telah jatuh ke tangan bangsa yang lain yang mereka kurang memiliki keyakinan sebagaimana Bangsa Magi yang mendapat kemenangan dari Bani Israil ketika mereka melakukan perbuatan dosa.Kalian harus meminta kepada Allah SWT kemenangan terhadap diri kalian sendiri sebagaimana kamu meminta kemenangan terhadap musuhmu.Mintalah kepada Allah SWT untuk kami dan kamu sekalian".

TAMIM DARI MENGHALAU API ( sumber : azharjaafar.blogspot.com )

Ketaatan Api kepada Tamim Dari ra.

Abu Nu'aim mentakhrijkan di dalam Ad-Dalaail (212) dari Muawiyah bin Harmal, dia berkata, "Di Madinah saya telah pergi makan bersama Tamim Dari ra. Saya makan dengan lahapnya dan saya tidak merasa kenyang karena saya terlalu lapar. Sungguh saya telah berada di dalam masjid selama tiga hari tanpa makanan diantara kami".


Pada suatu hari ketika keluar api yang sangat panas, 'Umar ra. datang kepada Tamim Dari ra. 'Umar ra. berkata kepadanya, "Berdirilah, pergilah kepada api itu". Berkata pula Tamim Dari ra., "Ya amirul mukminin siapa saya ini? apalah saya ini?", karena sifat tawadhu'annya. Maka belum bergerak Tamim Dari ra. sehingga 'Umar ra. berdiri bersamanya.Berkata Mu'awiyah, "saya mengikuti mereka berdua pergi menuju api itu, maka Tamim Dari ra. menghalau api itu dengan tangannya seperti ini (hakadza) sehingga api itu masuk ke dalam terumbu di atas bukit dan masuklah Tamim Dari ra. ke belakangnya". 'Umar ra. kemudian berkata, "tidaklah sama orang yang melihat dengan orang yang tidak melihat!"

Baihaqi mentakhrijkan dari Mu'awiyah bin Harlam, dia berkata, "telah keluar api yang sangat panas, dan dituturkannya oleh Baihaqi sebagaimana di dalam Al-Bidayah (2/153).

SAHABAT MELINTAS SUNGAI DAJLAH ( sumber :azharjaafar.blogspot.com )

Sahabat Melintas Sungai Dajlah

Abu Nu'aim mentakhrij dari Ibnu Rufayl, dia berkata, "Ketika Sa'ad ra. datang ke Bahurasyair, yaitu suatu daerah lembah paling bawah sebelah barat sungai Dijlah (sungai Tigris, sungai yang melalui Baghdad) atau dekat dengan daerah Syair. Sa'ad ra. kemudian meminta dicarikan perahu-perahu untuk memindahkan orang-orang dari daerah di lembah itu ke daerah di seberang yang lebih tinggi. Akan tetapi mereka ditakdirkan tidak mendapatkan perahu atau yang sejenisnya dan mereka mengetahui bahwa perahu-perahu itu telah diambil oleh orang-orang Parsi.Mereka kemudian tinggal di daerah itu untuk beberapa hari. Pasukan Muslimin telah meminta Sa'ad untuk melanjutkan perjalanan. Sebagaimana mereka ingin meninggalkan daerah itu Sa'ad ra. pun menginginkannya tapi ia melarang untuk kebaikan pasukan Muslimin sehinggalah datang seorang Ajlaj (orang kafir ajam) kepad Sa'ad ra.

Orang Ajlaj itu menunjukkan Sa'ad ra. tempat yang airnya sedikit yang mana orang-orang dapat melaluinya dengan berjalan atau berkuda ke seberang. Tapi Sa'ad ra. menolaknya dan sedikit ragu-ragu untuk pergi ke sana. Air yang sedikit itu pun pasang naik menyebabkan orang-orang Muslim terkejut.Malam hari, Sa'ad ra. bermimpi dalam tidurnya bahwa orang-orang Muslimin melewati sungai itu. Dengan takwil mimpinya Sa'ad ra. ber'azam bahwa orang-orang Muslim akan menyeberangi sungai itu. Sa'ad ra. lalu mengumpulkan orang-orang dan kemudian dia memuji Allah SWT dan meninggikan sifat-sifat kemuliaan Allah SWT, kemudian ia berkata, "Sesungguhnya musuhmu (pasukan Parsi) telah menjadikan sungai ini sebagai tameng pelindung sehingga kamu tidak dapat sampai ke sana. Akan tetapi mereka dapat ke sini jika mereka mau dan dapat melawan kalian dengan menggunakan perahu-perahu yang mereka miliki sementara sebagian kamu takut karena tidak mempunyai apa-apa. Saya berkeinginan untuk menyeberangi sungai ini".

Semua mereka kemudian berkata, "Allah SWT beri ke'azaman kepada kita dan engkau (Sa'ad ra.) adalah pemimpin di antara kami dan memberikan keputusan yang baik bagi kami (yaitu sifat tha'at mereka kepada pimpinan)".Kemudian Sa'ad ra. menyiapkan pasukan Muslimin untuk menyeberang. Sa'ad ra. berkata, "Siapa yang siap menjaga kita di barisan belakang dari pasukan Parsi? Maka dipilihlah 'Asham bin 'Amrin sebagai ketua pasukan yang berjaga di belakang. Bersama 'Asham ada 600 orang pasukan Muslimin yang dipilih dari orang-orang yang pemberani.Setelah itu mereka bergerak ke tepi Dijlah, Sa'ad ra. berkata, "Siapa yang siap melindungi kita dari musuh di bagian depan?.

Maka kemudian 60 orang dari mereka dipilih untuk berada di barisan terdepan. Kemudian pasukan Muslim yang lainnya dibagi menjadi dua kelompok antara yang mengendarai kuda dan yang tidak serta yang lelaki dan perempuan untuk mempermudah pergerakan pasukan tersebut menyeberangi Dijlah.Bila Sa'ad ra. melihat ke bagian belakang dan sudah dalam keadaan terjaga maka ia memerintahkan orang-orang untuk menyeberang dan Sa'ad ra. berkata, "Katakanlah Tasta'inubillaah... Dan mereka semua menyeberangi Dijlah tanpa sedikitpun telapak kaki mereka menyentuh permukaan air sambil saling bercakap-cakap di antara mereka (yaitu tanpa rasa takut sedikitpun).

Orang-orang Parsi terkejut dan tidak mengira pasukan Muslim dapat berjalan di atas air sehingga mereka ketakutan lalu melarikan diri serta mengambil semua perbekalan mereka. Pasukan Muslim masuk ke daerah itu pada bulan Safar tahun 16 H.(Ad-Dalail, 208)

Terbelahnya Dijlah

Ditakhrijkan oleh Abu Nu'aim dari Abubakar bin Hafs bin 'Umar, dia berkata, "Salman Al-Farisi dan Sa'ad ra berjalan berpasang-pasangan dan Sa'ad berkata, 'Hasbunallah Sungguh Allah akan menolong wali-wali Nya dan Allah mengembangkan Agama ini dan Allah akan mengalahkan musuh-Nya, jika di dalam pasukan ini tidak ada kefasadan kedzulumatan) atau dosa maka akan mendapatkan hasanah (pertolongan). Dan kemudian Salman ra. berkata, 'Sungguh Islam ini baru, Allah SWT akan menundukkan sungai ini (Dijlah) sebagaimana Allah SWT telah menundukkan bumi (daratan) kepada kita, demi Allah yang diri Salman berada di dalam genggamanNya.Lalu sungai Dijlah itu terbelah sehingga tidak nampak air sedikitpun di bagian yang terbelah itu dan pasukan Muslim ketika melaluinya mereka berbicara lebih banyak dibandingkan ketika mereka di darat (menunjukkan mereka dalam keadaan yang tidak ada rasa takut dan dalam keadaan tenang). Pasukan Muslim yang berkelompok kelompok keluar darinya sebagaimana mereka masuk kedalam Dijlah. Mereka keluar dari sungai itu sama sebagaimana sumpah Salman ra. Mereka tidak kehilangan sesuatu apa pun dan tidak ada seorang pun dari mereka yang mati (tenggelam).(Ad-Dalaail, 209)

Yaum al-Jaratsim

Ditakhrijkan oleh Ibnu Jarir dari 'Umar Ash Shaidy, dia berkata, "bila Sa'ad ra. dan orang-orang Muslim masuk ke Dijlah dengan berdua-dua (berpasangan), Salman ra. berjalan bersama Sa'ad ra., mereka berjalan di atas air. Sa'ad ra. berkata, 'Dzalika taqdiirul 'aziizil 'aliim' (Yaasin:38), dan apabila air itu meninggi maka kuda-kuda mereka juga naik, (para sahabat dapat merasakan) kuda-kuda itu dalam keadaan tenang sebagaimana di daratan. Di Madain tidak pernah terjadi hal seperti ini maka hari itu disebut Yaum al-Maa' (hari air) dan mereka panggil juga hari itu sebagai Yaum al-Jaratsim (hari tempat-tempat yang tinggi).(Tarikh Ibnu Jarir, 3:122)Abu Nu'aim mentakhrijkan dari 'Umar Ash Shaidy sama seperti yang lain sampaikan kecuali tidak ada dikawasan Madain kejadian ajaib dan karena itu hari tersebut dipanggil Yaum al-Jaratsim. Tidak ada satu pun dari mereka di hari itu kecuali dalam keadaan gembira. (Ad-Dalaail, 29)

DitundukkanNya Sungai Dijlah bagi Pasukan Muslimin sewaktu Penaklukan Madain

Ibnu Hatim mentakhrij dari Habib bin Dhabyan, dia berkata, "Seseorang dari pasukan Muslimin yang bernama Hajar bin Ady berteriak, "mengapa kalian tiadak segera menyerbu musuh dengan menyeberangi sungai ini (Dijlah/Tigris)? Sementara Allah telah berfirman, 'Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya'."Setelah itu ia terjun ke sungai dengan tetap menunggang kudanya, prajurit Muslim lainnya juga mengikuti langkahnya. Ketika musuh melihat apa yang dilakukan oleh pasukan Muslimin mereka berkata, "diiwaan (bentuk jamak kata diiwa, bahasa Parsi yang berarti Jin Ifrit)". Lalu mereka melarikan diri.(Sebagaimana di dalam Tafsir Ibnu Katsir, 1/410.)

Tuesday, June 23, 2009

MARI FIKIRKAN

Mari fikirkan....

Barangsiapa menginginkan teman,
Cukuplah Allah menjadi temannya;

Barangsiapa menginginkan kekayaan,
Cukuplah qana’ah menyertainya;

Barangsiapa menginginkan nasihat,
Cukuplah kematian menasihatinya;

Barangsiapa menginginkan harta simpanan,
Cukuplah al-quran menjadi simpanannya;

Barangsiapa yang tidak cukup dengan ke-empat-empatnya,
Cukuplah NERAKA baginya.

JOM .......

JOM AJAK MENGAJAK…

Allah SWT berfirman bermaksud;
“ siapakah yang lebih baik perkataanya daripada orang yang menyeru (manusia) kepada (agama) Allah dan mengerjakan amal yang soleh dan berkata; sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri. (al-fussilat : 33 )

SIAPA UMAT TERBAIK ?

Firman Allah SWT,bermaksud ;
“ Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kamu menyuruh berbuat kebaikan dan kamu melarang dari kejahatan, dan kamu beriman kepada Allah.”
( ali-imran : 110 )

DAKWAH SUNNAH TERBESAR

Firman Allah SWT,bermaksud ;
“Dan hendaklah ada di antara kamu satu golongan yang mengajak (manusia) kepada kebaktian dan menyuruh mereka berbuat kebaikan, dan melarang mereka dari kemungkaran, dan mereka itu ialah orang-orang yang mendapat kejayaan.”
(ali-imran : 104)

MUTIARA HADIS

Abu Hurairah r.a berkata Nabi SAW bersabda :
“Anjurkanlah kebaikan itu meskipun kamu belum dapat mengerjakannya dan cegahlah segala yang mungkar meskipun kamu belum menghentikannya.”

Monday, June 22, 2009

IJTIMA SEMAKIN DEKAT

APA ITU IJTIMA?

-PERHIMPUNAN ORANG ISLAM SELURUH MALAYSIA KHASNYA.

KENAPA BUAT IJTIMA (TUJUAN) ?

- SATUKAN FIKIR SELURUH UMAT ISLAM.
- SUPAYA SELURUH UMAT ISLAM SEDAR TUGAS SEBAGAI UMAT AKHIR ZAMAN YANG MEMBAWA DAN MENYAMBUNG KERJA NUBUWAH DARIPADA LEKA DENGAN KESIBUKAN KERJA DUNIA YANG SEMENTARA.
- JEMAAH SEBANYAK MUNGKIN DAPAT DIKELUARKAN BERDAKWAH SELURUH ALAM.

SIAPA YANG KENA HADIR?

-SEMUA UMAT ISLAM YANG SEAKIDAH DAN SATU KALIMAH

MACAM MANA SEMUA ORANG DAPAT HADIR IJTIMA?

-BUAT 2 1/2 JAM KE ARAH 8 JAM, PERGI RUMAH KE RUMAH,LORONG KE LORONG, KEDAI KE KEDAI,KAMPUNG KE KAMPUNG DAN JUMPA SETIAP ORANG ISLAM DAN BAGITAU TENTANG IJTIMA DAN TUGAS YANG TELAH DIBERIKAN PADA MEREKA SEBAGAI UMAT NABI SAW DAN UMAT AKHIR ZAMAN.
-BUAT 5 AMAL MASJID SUNGGUH-SUNGGUH.
-PARA ISTERI DAN WANITA-WANITA BERPUASA SUNAT,DOA,ZIKIR,QURAN DAN AMALAN-AMALAN LAIN SUPAYA ALLAH MUDAHKAN IJTIMA DAN ALLAH KELUARKAN JEMAAH SEBANYAK MUNGKIN DAN SEBARKAN HIDAYAH SELURUH ALAM.

Thursday, June 18, 2009

MARKAZ DUNIA ( NIZAMUDIN DAN RAIWIND )

Markaz Nizamudin, India

Pekarangan Luar Markaz Raiwind, Pakistan

Markaz Raiwind ( scene 1 )

Markaz Raiwind ( scene 2 )

INSYALLAH...KELUAR BELAJAR USAHA AGAMA ( DAKWAH ) DI SANA. BELAJAR DENGAN ORANG DI SITU BAGAIMANA MEREKA BUAT DAKWAH SEPERTI MANA NABI DAN SAHABAT DAHULU. DI SANA SUASANA AGAMA WUJUD 24 JAM DI MASJID-MASJID. HIDUP AMALAN DAKWAH, TA'LIM WA TA'LUM, ZIKIR IBADAT DAN KHIDMAT..SEPERTIMANA AMALAN DALAM MASJID NABI SAW. APABILA KEMBALI KE TANAH AIR, NIAT UNTUK AMALKAN DAN AJAK ORANG DAN SEDIAKAN ORANG LAIN UNTUK JADI DAIE' DAN IMARAHKAN MASJID DENGAN AMALAN....INSYALLAH..

Wednesday, June 17, 2009

MUHASABAH DIRI

GERUN RASANYA...

Bila difikir dan direnungkan segala yang berlaku di dunia hari ini,merupakan tanda-tanda usia dunia yang semakin tenat. Nabi SAW sendiri telah memberitahu kita 1430 tahun dahulu tentang keadaan umat akhir zaman dan petanda-petanda kiamat berlaku. semuanya dah jelas, seperti yang disabdakan oleh baginda Nabi SAW. wujudnya bangunan pencakar langit, wanita lebih ramai dari lelaki, bencana alam berleluasa, peperangan, artis disanjung,minum arak perkara biasa dan banyak lagi petanda-petanda kiamat kecil dapat dilihat....

GERUN RASANYA....

Jika hari ini Dajjal keluar dan matahari timbul di barat adakah sudah cukup bekalan dan persediaan iman di dalam hati? Bila Dajjal memperlihatkan 'mukjizatnya', adakah iman semantap itu menanggungnya?...

GERUN RASANYA....

Bila mendengar perkhabaran alam kubur. Di semua arah debu dan tanah. Tiada lagi suami atau isteri tercinta menemani.Tiada lagi kedengaran gelak tawa anak-anak.Tiada lagi saudara mara dan teman yang dapat berkongsi suka dan duka. Hanya cacing dan ulat menjadi teman.Memamah setiap isi daging yang tinggal. Harta pun dibahagikan oleh waris. Suami yang ditinggalkan akan bernikah yang baru. Isteri yang janda akan bertemu jodoh yang lain. Satu sen pun daripada harta dunia tidak dibawa ke alam kubur. Untuk apa wang ringgit di dalam kubur ketika itu? bukannya boleh digunakan untuk 'sogok' malaikat Mungkar dan Nakir. Bolehkah dijawab soalan-soalan yang dah bocor dahulu? siapa Tuhan kamu?Siapa Nabi kamu?Apa agama kamu?Apa kiblat kamu?Apa kitab kamu?Dan kini hanya iman dan amal menjadi teman..

GERUN RASANYA....

Bila tiba hari penghisaban. Seluruh manusia dikumpulkan dari Nabi Adam sehingga bayi yang terakhir dihantar ke dunia dahulu. Adakah dibangkitkan dengan para anbia,para shuhada, para sahabat...atau...adakah dibangkitkan dengan Firaun, Hamman, Qarun atau Ubai Bin Khalaf???Adakah buku amalan daripada tangan kanan atau kiri sebagai penentu kejayaan atau penderitaan yang hakiki?

GERUN RASANYA...

Adakah dapat bertemu Nabi SAW di Mahsyar yang dahsyat? Adakah nabi nak mengaku diri ini sebagai Umatnya? Adakah Nabi memelukku dan memberikan bekas berisi air daripada Telaga Kauthar? Atau tidak memandang diri ini dan dihalau sejauh-jauhnya?

GERUN RASANYA....

Bila melihat titian sirat dihadapan untuk dilalui. Setipis rambut dibelah tujuh dan setajam mata pedang. kiri dan kanan duri yang mengait. di bawah pula Jahannam yang berkobar-kobar menggila menanti jasad yang jatuh ke dalamnya...adakah diri ini dapat meniti sepantas kilat, atau sekadar angin bertiup,atau sekadar kuda berlari, atau berjalan, atau merangkak, atau mengensot...atau jatuh ke Jahannam? Ya Allah..selamatkan..selamatkan...selamatkan...

GERUN RASANYA...GERUN RASANYA...GERUN RASANYA...

PENYAKIT BAHAYA

Hari ini umat dalam bahaya dengan satu jenis penyakit yang merbahaya. Penyakit yang lebih bahaya daripada N1H1, lebih bahaya daripada AIDS,Lebih bahaya daripada Kanser,malah lebih bahaya daripada segala penyakit yang terdapat di dunia. Nama penyakit tersebut adalah penyakit Iman.

Jika penyakit2 yang dinyatakan di atas dihidapi oleh seseorang, penghujung pada kesakitan akibat penyakit yang dihidapi adalah maut. Dan apabila nyawa terpisah daripada badan maka hilanglah kesakitan dan segala penderitaan drpd penyakit tersebut. Tetapi Penyakit Iman yang membawa ‘virus’ syirik walaupun sebesar zarah, maka penderitaannya berkekalan dan berterusan walaupun berada di alam kubur. Penderitaan yang tanpa berpenghujung. Kesakitan yang berterusan untuk berjuta-juta tahun, malah tanpa penghujung, selama-lamanya.

Setiap penyakit ada gejala-gejala atau simtom-simtomnya. Simtom-simtom atau gejala yang kerap berlaku adalah cinta pada dunia. Leka dengan keindahan dunia mengakibatkan seseorang lupa pada segala perintah dan larangan Allah.

Simtom seterusnya adalah yakin dengan kehebatan dunia. Yakin dengan senjata,yakin dengan harta, yakin dengan pangkat, yakin selain daripada Allah. Yakin sebegini menggelapkan hati dan mulai merasa curiga dengan hari akhirat,alam selepas mati dan ragu dengan kehebatan dan kebesaran Allah.

Hari ini,gejala-gejala tersebut sudah berakar tunjang dalam hati-hati manusia. Sehingga yakin dengan kebendaan daripada yakin dengan kudrat Allah yang Maha Kuasa.

“ kalau tidak ada senjata macam mana kita nak menang?”
“kalau tiada bom atom macam mana kita nak kalahkan musuh?”..

sehingga yakin-yakin sebegini telah menyamai yakin yang ada pada orang kafir. Orang kafir yakin dengan senjata dan bom atom, umat islam turut mempunyai yakin yang sama. Sedangkan senjata tidak boleh bagi mudarat, tidak boleh bagi menafaat, tanpa izin Allah. Allah boleh ubah mudarat jadi menafaat dan ubah menafaat menjadi mudarat. Adakah kita lupa kisah-kisah anbia dalam Al-Quran? Api jadi sejuk sejahtera ke atas Ibrahim a.s? Laut terbelah 12 lorong? Unta hamil keluar dari batu? Pisau yang tajam tidak dapat melukakan Ismail a.s ?..adakah ini sekadar cerita donggeng seperti cerita sang kancil dan buaya atau cerita Cinderella? Sebenarnya bukan hati kita tidak mempercayainya, tetapi hati kita masih belum yakin.

Sebab itulah iman kena diusahakan. Iman kena dimantapkan. Iman kena disuburkan.Di mana? Bukan di padang bola atau stadium atau pasar-pasar, tetapi di rumah Allah,iaitu masjid. Kena llibatkan diri dengan amalan-amalan dalam masjid seperti mana amalan yang wujud di zaman Nabi SAW. Libatkan diri dengan amalan DAKWAH, TA’LIM WAT TA’LUM, ZIKIR IBADAT dan KHIDMAT. Bila hati sudah terpaut pada masjid dan amalan-amalan dalam masjid barulah sesuai dengan firman Allah “ mereka yang memakmurkan masjid-masjid yang beriman pada Allah dan rasulnya dan hari akhirat”.


Bila hati terpaut pada masjid, diri akan dilingkungi dengan suasana malaikat dan mudah terkesan ke arah melakukan amal kebaikan. Masjid adalah tempat yang paling disukai Allah daripada segala tempat di atas permukaan alam ini dan pasar adalah tempat yang dibenciNya. Alangkah bertuahnya kita apabila Allah memberikan taufik hidayah kepada kita untuk dapat datang ke masjid. Kita kena sedar bahawa kita dapat dating ke masjid bukanlah kerana rumah yang dekat dengan masjid, bukanlah ada kenderaan baru dapat ke masjid, atau kesihatan badan membolehkan kita dapat datang ke rumah Allah. Semuanya taufik dan kasih sayang Allah. Berapa ramai orang di luar sana yang ada kenderaan yang banyak, kesihatan yang baik, rumah sebumbung dengan masjid namun tidak dapat datang ke masjid untuk bersolat dan sebagainya.

wallahu a'lam

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails